Dalam tuntutan hukum yang diajukan pada hari Kamis 21 Desember lalu, bintang "Fast & Furious" itu dituduh telah melakukan tindakan kekerasan seksual dan melakukan pemecatan secara sepihak.
Hal tersebut diduga dilakukannya kepada mantan asistennya bernama Asta Jonasson. Asta mengatakan bahwa dia dipekerjakan oleh One Race Films, sebuah perusahaan produksi untuk menjadi asisten Vin saat menjalankan syuting film "Fast & Furious 5".
Hal itu bermula ketika Asta dan Vin berada di dalam 1 ruangan di sebuah lokasi syuting. Saat ingin keluar dari ruangan tersebut, Asta mengaku bahwa Vin memaksanya melakukan perbuatan seksual.
Vin yang saat itu menarik paksa tangan Asta dan mencoba untuk menciumnya. Meskipun Asta berusaha untuk melepaskan diri, namun ia mengaku Vin terus memaksanya.
Asta mengaku bahwa penyerangan tersebut semakin brutal ketika Vin mencoba untuk mengangkat gaunnya.
Beberapa jam setelah kejadian tersebut terjadi, Asta mengatakan bahwa dia ditelepon oleh Samantha Vincent, yang merupakan saudara perempuan Vin Diesel.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: malang.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Ammar Zoni Rindukan Keluarga di Tengah Jerat Kasus Narkoba
Hasil DNA Konfirmasi Bercak Darah di TKP Milik Lula Lahfah
Kasus Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah Ditutup Polisi, Tanpa Autopsi dan Jawaban Pasti
Misteri V: Sosok Kunci di Balik Kematian Lula Lahfah yang Tak Kunjung Hadir