Dengan tidak adanya indikasi kejahatan, kepolisian memutuskan untuk menutup kasus ini.
Meski penyelidikan utama berhenti, uji forensik terhadap barang bukti tetap berjalan. Kasubdit Biologis Serologi Puslabfor, Kompol Irfan Rofiq, membeberkan sejumlah temuan. Ada tabung warna merah muda, sprei putih bernoda, beberapa helai tisu dan kapas yang diduga ada bekas darah, serta satu kotak obat berwarna pink. Polisi bahkan mengambil sampel darah ayah Lula untuk perbandingan.
Lalu, bagaimana dengan bercak darah yang jadi sorotan?
Menurut Irfan Rofiq, darah yang ditemukan di sprei dan tisu itu sudah lama dan mengering. Karakteristiknya tidak menunjukkan tanda luka baru. Tim Puslabfor menyimpulkan, itu kemungkinan besar adalah darah menstruasi.
tambahnya.
Di sisi lain, mereka juga mendapati DNA sentuh Lula di tabung gas pink kosong yang ditemukan di kamar asistennya. Tapi lagi-lagi, tanpa autopsi, penyebab kematian tetap tidak bisa dipastikan. Semua proses penyidikan dinyatakan selesai.
Jadi, begitulah. Bercak darah yang sempat mengundang spekulasi ternyata diduga berasal dari siklus bulanan alami. Kasus kematian Lula Lahfah pun resmi ditutup, meninggalkan duka bagi keluarga dan tentu saja, tanda tanya yang mungkin tak akan pernah terjawab tuntas.
Artikel Terkait
Malam Ini di Cinta Sepenuh Jiwa: Hasbi Berkhianat dan Kabur, Suryono Biarkan Anaknya Jadi Buronan
Gugatan Rp 7 Miliar, Ressa Rosano Tuntut Pengakuan sebagai Anak Denada
Iis Dahlia Dituding Memojokkan Ressa di Tengah Kontroversi Denada
Ancaman Pistol Ussama Warnai Kisah Penyerahan Ressa, Anak Denada