Di sisi lain, penyelidikan terus bergulir. Polisi tak hanya menunggu V. Mereka telah memeriksa setidaknya sepuluh saksi dari berbagai kalangan. Mulai dari asisten rumah tangga, sopir pribadi, hingga Reza Arap, kekasih almarhumah. Seorang dokter klinik di Depok yang mengeluarkan surat kematian pun telah dimintai klarifikasi.
Rupanya, polisi ingin memastikan tidak ada satu detail pun yang terlewat. "Tidak ada maksud lain, kita ingin melihat secara runut," kata Budi Hermanto.
Lalu, ada fakta baru.
Di tengah penyelidikan, polisi menemukan sebuah tabung Whip Pink berisi gas nitrous oxide atau gas tertawa di apartemen Lula. Temuan ini langsung memicu beragam spekulasi.
Asisten rumah tangganya, Asiah, mengaku baru pertama kali melihat benda itu. "Terkait tabung pink tersebut, kami sudah memeriksa beberapa saksi. ART-nya, saudari A, memberi kesaksian bahwa baru pertama kali melihat tabung gas itu," jelas AKBP Iskandarsyah dalam sebuah konferensi pers, Jumat (30/1).
Meski begitu, tabung itu dipastikan milik Lula. Jejak DNA almarhumah ditemukan di sana. Tapi, ini bukan bukti bahwa Lula mengonsumsinya. Polisi menekankan, tidak ada indikasi pidana dalam penemuan jenazahnya.
"Kami melihat ada barang-barang yang disentuh, dibawa oleh saudari LL yang kami pastikan bahwa barang-barang itu memang miliknya," papar Iskandar. "Setelah kami dalami... tabung tersebut kosong. Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal. Saya rasa sudah cukup, bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana."
Dengan pernyataan itu, penyelidikan pun dihentikan. Meski begitu, sosok V dan pertemuannya dengan Lula di hari-hari terakhir, tetap menjadi tanda tanya yang menggantung.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Rindukan Keluarga di Tengah Jerat Kasus Narkoba
Hasil DNA Konfirmasi Bercak Darah di TKP Milik Lula Lahfah
Kasus Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah Ditutup Polisi, Tanpa Autopsi dan Jawaban Pasti
Kenan Yildiz: Dari Bayern ke Juventus, Kisah Pemuda yang Pilih Turki dan Bikin Jerman Menyesal