Kekecewaan itulah yang, menurut Eva, bisa jadi alasan kuat di balik sikap keras Wardatina. "Ya itu rasa kekecewaan yang mendalam, itu yang mendorong dia sehingga dia nggak mau damai," ujar Eva.
Meski begitu, Eva punya keyakinan sendiri. Ia merasa Wardatina mungkin sudah memaafkan secara personal. "Kalau memaafkan mungkin ya sudah memaafkan, karena dia bukan orang jahat kan."
Tapi, memaafkan adalah satu hal. Menghormati proses hukum adalah hal lain. "Tapi kalau sudah memaafkan belum tentu hukum yang sudah berjalan dilepehin gitu," tegasnya. Baginya, dua hal ini harus dipisahkan.
Bagi Eva, seluruh episode ini bisa jadi pelajaran berharga untuk publik. Terutama tentang konsekuensi dari hubungan yang tak diikat pernikahan sah di mata negara. Ia menyindir dengan nada prihatin.
"Ini buat role model buat yang lain-lain, bapak-bapak yang lain. Kalau situ diam-diam ngumpet-ngumpet, sekarang hukumnya lebih berat ya, hati-hati buat semua," tandasnya.
Pintu damai telah tertutup. Sekarang, tinggal menunggu roda hukum yang akan menentukan akhir dari kisah ini.
Artikel Terkait
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir Pemeriksaan Kasus Perlindungan Konsumen
MNCTV Tayangkan Langsung Malam Puncak Anugerah Cahaya Ramadan Awards 2026
Okezone Rayakan HUT ke-19, Targetkan Jadi Pusat Informasi Kredibel
MD Pictures Adaptasi Buku Laris Filosofi Teras ke Film, Dibintangi Sherina Munaf