Kekecewaan itulah yang, menurut Eva, bisa jadi alasan kuat di balik sikap keras Wardatina. "Ya itu rasa kekecewaan yang mendalam, itu yang mendorong dia sehingga dia nggak mau damai," ujar Eva.
Meski begitu, Eva punya keyakinan sendiri. Ia merasa Wardatina mungkin sudah memaafkan secara personal. "Kalau memaafkan mungkin ya sudah memaafkan, karena dia bukan orang jahat kan."
Tapi, memaafkan adalah satu hal. Menghormati proses hukum adalah hal lain. "Tapi kalau sudah memaafkan belum tentu hukum yang sudah berjalan dilepehin gitu," tegasnya. Baginya, dua hal ini harus dipisahkan.
Bagi Eva, seluruh episode ini bisa jadi pelajaran berharga untuk publik. Terutama tentang konsekuensi dari hubungan yang tak diikat pernikahan sah di mata negara. Ia menyindir dengan nada prihatin.
"Ini buat role model buat yang lain-lain, bapak-bapak yang lain. Kalau situ diam-diam ngumpet-ngumpet, sekarang hukumnya lebih berat ya, hati-hati buat semua," tandasnya.
Pintu damai telah tertutup. Sekarang, tinggal menunggu roda hukum yang akan menentukan akhir dari kisah ini.
Artikel Terkait
Nayla Purnama Rindu Horor, Tapi Drama Keluarga Justru Bikin Ketagihan
Rianti Cartwright Akhirnya Kembali ke Layar Lebar: Kangen Dunia Perfilman
Jaja Miharja Akui Godaan Terberat: Duren, Tapi Dilarang Dokter!
Betrand Peto Nikmati Momen Keluarga di Tengah Kesibukan, Bocor Proyek Musik Terbaru