Niat Baik Berujang Maut: Lansia di Bandung Tewas Usai Tegur Pencuri

- Kamis, 15 Januari 2026 | 07:15 WIB
Niat Baik Berujang Maut: Lansia di Bandung Tewas Usai Tegur Pencuri

Bandung diguncang kabar duka. Ade Dedi, seorang lansia 62 tahun, tewas setelah dianiaya seorang pemuda di depan sebuah minimarket. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun buka suara.

Kronologinya sungguh memilukan. Menurut paparan Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, semua berawal dari aksi curi. DRW, pemuda 21 tahun itu, kedapatan memasukkan barang ke dalam jaketnya tanpa membayar di sebuah Alfamart di Jalan AH Nasution. Pegawai toko pun menegur.

Nah, saat itulah Ade Dedi yang kebetulan ada di lokasi turut membantu menegur si pelaku. Niat baiknya ternyata berakhir tragis. DRW merasa tersinggung, cekcok pun tak terhindarkan. Situasi langsung memanas di depan minimarket itu, Selasa dini hari lalu.

"Pelaku memukul rahang korban hingga terjatuh," jelas Hendra Rochmawan. Tapi aksinya tak berhenti di situ. Ia juga menginjak leher dan dada korban, bahkan menampar pipi Ade Dedi berkali-kali sampai sang lansia tak sadarkan diri.

Ade Dedi dilarikan ke UGD RSUD Ujung Berung, tapi nyawanya tak tertolong. Peristiwa ini langsung menyebar dan menyulut keprihatinan banyak pihak, termasuk orang nomor satu di Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menyebut kejadian ini sangat memilukan.

“Sebuah peristiwa yang memilukan, orang tua menegur anak muda yang dicurigai mencuri, kemudian cekcok dan dianiaya, yang pada akhirnya orang tua ini meninggal,” ujarnya.

Pernyataannya itu disampaikan lewat kanal YouTube-nya. Dalam video itu juga terlihat Gubernur berbincang dengan Wati, janda almarhum, dan anak mereka. Ada satu hal yang membuat Wati sedih sekaligus kecewa.

“Banyak orang, tapi kalau lihat di video gak ada orang yang nolongin,” keluh Wati.

Mendengar pengakuan itu, Dedi Mulyadi mengangguk pilu.

“Di kita memang begitu,” sahutnya.

Di sisi lain, Gubernur menyampaikan apresiasi mendalam pada almarhum. Menurutnya, Ade Dedi adalah contoh warga yang bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Sebagai bentuk kepedulian, Dedi Mulyadi mengucurkan bantuan langsung.

Bantuan itu totalnya Rp 50 juta. Sekitar Rp 25 juta dialokasikan untuk biaya tahlilan, dan sisanya untuk membantu kebutuhan mendesak keluarga yang ditinggalkan. Kabar bantuan ini sontak membuat istri dan anak almarhum menangis haru.

Lebih dari sekadar bantuan materi, Dedi Mulyadi berpesan agar tragedi ini jadi pelajaran bagi semua. Ia mendorong para ketua lingkungan, dari RT sampai RW, untuk lebih sigap mendata pendatang baru. Tujuannya jelas: mencegah hal serupa terulang di masa depan.

Kini, keluarga masih berduka. Sementara proses hukum terhadap pelaku DRW terus berjalan. Kota Bandung kehilangan seorang warga yang peduli, karena sebuah aksi kekerasan yang sungguh tak patut terjadi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar