Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Asap Pekat Kepung Lantai Enam

- Rabu, 10 Desember 2025 | 07:55 WIB
Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Asap Pekat Kepung Lantai Enam

Asap tebal mengepul dari kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, siang ini. Sebuah gedung yang ditempati oleh Terra Drone dilalap si jago merah. Kejadiannya sekitar pukul 12.43 WIB, Selasa (9/12/2025).

Responsnya cepat. Tak kurang dari 101 personel damkar dengan 28 unit kendaraan dikerahkan ke lokasi untuk mengatasi kobaran api yang semakin menjadi.

Seorang petugas Command Center Dinas Gulkarmat Jakarta mengonfirmasi lokasi kejadian.

"Objek terbakar gedung Terra Drone,"

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Dugaan Awal: Baterai di Lantai Satu

Menurut Kapolres Metro Jakpus, Kombes Susatyo Purnomo Condro, titik awal api diduga berasal dari lantai dasar. Di sana, ada gudang penyimpanan baterai yang kemudian terbakar.

"Ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar,"

Ujar Susatyo di tengah keriuhan lokasi kejadian. Awalnya, api sempat berhasil dipadamkan oleh para karyawan. Sayangnya, upaya itu tak bertahan lama. Api menjalar lagi dan membesar, asapnya bahkan merambat hingga ke lantai enam gedung.

"Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai terbakar ini menyebar karena di lantai 1 ini adalah salah satu tempat gudangnya,"

Keadaan makin runyam karena saat kejadian, para karyawan sedang dalam jam istirahat. Sebagian ada yang keluar gedung, sementara yang lain masih berada di dalam, tersebar dari lantai dua hingga enam.

"Pada saat terbakar, api membesar, kemudian asap naik ke lantai 6,"

tambahnya.

Evakuasi Darurat: Kaca Dipecah, Alat Khusus Dikerahkan

Kondisi di dalam gedung, terutama di lantai atas, dilaporkan sangat kritis. Asap sudah terlalu pekat, menghalangi jalur evakuasi biasa. Petugas pun mengambil langkah-langkah darurat.

Mereka menggunakan bronto skylift dan alat khusus lainnya untuk memasok oksigen sekaligus membuka akses. Tak hanya itu, beberapa panel kaca gedung sengaja dipecahkan untuk memberi jalan keluar bagi korban yang mungkin terjebak.

"Jalan untuk ke lantai 6 itu, karena sudah asap pekat, saat ini masih menggunakan alat khusus dari damkar untuk bisa oksigen bisa ditambah, sehingga petugas bisa ke atas,"

jelas Susatyo. Mengenai rencana evakuasi dari lantai enam, dia menyebut kemungkinan menggunakan teknik khusus.

Pemecahan kaca sendiri dilakukan sebagai upaya terakhir membuka jalur udara dan opsi evakuasi alternatif.

"(Kaca dipecahkan) karena asap di lantai 6 cukup pekat, dan kemungkinan akan mengusahakan apakah bisa korban dievakuasi melalui lantai 6,"

tutupnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler