Lalu, bagaimana rencana ekspansinya? Dhani tidak main-main. Targetnya sederhana tapi ambisius: hadir di banyak titik strategis. "Kita mau buka di banyak tempat," ungkapnya.
Salah satu lokasi yang ia incar adalah bandara. Alasannya praktis. "Bandara itu market-nya besar," katanya, merujuk pada lalu lintas penumpang yang tak pernah sepi. Selain bandara, berbagai lokasi premium di sejumlah kota juga masuk dalam radar. Intinya, ia ingin warung kopinya mudah dijangkau siapa saja.
Namun begitu, Dhani tak mau kaku. Konsep bisnisnya dirancang fleksibel, bisa menyesuaikan dengan karakter tempat dan selera pasar setempat. "Nanti konsepnya menyesuaikan tempat," jelasnya.
Maka, jangan heran jika nanti menemukan Kopi Dewa 19 dalam berbagai format. Mulai dari gerai kecil nan sederhana, sampai kafe yang lebih premium. Semua disesuaikan.
Di balik semua perhitungan bisnis ini, ada sebuah prinsip hidup yang dipegang teguh Ahmad Dhani. Ini lebih dari sekadar mencari cuan. "Ini bagian dari rencana hidup saya," tutupnya. Sebuah ikhtiar untuk tetap produktif dan meninggalkan warisan yang punya nilai, jauh setelah panggung musiknya redup.
Artikel Terkait
Aktor Lee Sang Bo Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Penyebab
Lee Junho Pertimbangkan Tawaran Main di Drama Buy King, Berpotensi Duel Akting dengan Joo Ji Hoon
Titan Tyra Minta Maaf Usai Kontroversi Rebahkan Kursi Pesawat Saat Hamil
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo