Menurut penuturannya, almarhum ayahnya meninggal dengan tenang karena henti napas dan henti jantung saat sedang tidur. Yang bikin semua orang syok, tak ada tanda-tanda sakit parah sebelumnya. Semua terjadi begitu mendadak.
Namun begitu, Marshanda berusaha melihat sisi terang. Ia bersyukur masih punya kesempatan menghabiskan waktu kebersamaan sebelum kepergian sang ayah. Momen-momen nostalgia, mengobrol dan mengenang masa lalu, jadi kenangan yang kini ia pegang erat.
Dari peristiwa pilu ini, Marshanda mengambil pelajaran berharga. Kehilangan mengajarkannya untuk tidak pernah menganggap remeh kasih sayang yang masih ada di sekitarnya.
Katanya menutup percakapan. Sebuah refleksi yang dalam, lahir dari hati yang sedang belajar ikhlas.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia