Pilihan Busana di Pesawat: Enam Item yang Mungkin Sebaiknya Anda Tinggalkan
Naik pesawat itu memang beda. Aturannya lebih ketat, apalagi untuk penerbangan antar negara. Kita semua tahu soal batasan bagasi dan larangan barang cair. Tapi, tahukah Anda bahwa pilihan pakaian dan aksesori yang Anda kenakan juga bisa bikin perjalanan jadi kurang nyaman, bahkan berisiko?
Nah, menurut sejumlah pakar gaya dan pelancong berpengalaman, beberapa item yang terlihat biasa saja di darat bisa jadi masalah saat di udara. Berikut enam di antaranya yang patut dipertimbangkan ulang sebelum Anda packing.
1. Celana Jeans Ketat
Meski terlihat keren, celana jeans sering jadi pilihan yang kurang tepat. Lara Grayson, seorang penata gaya selebriti, mengungkapkan alasannya. Menurutnya, bahan denim yang kaku bisa sangat membatasi gerak dan menimbulkan rasa tak nyaman, terutama dalam penerbangan panjang yang mengharuskan duduk berjam-jam.
"Lebih baik pilih celana dari bahan yang ringan dan lentur, seperti linen atau katun," saran Grayson.
Model dengan ikat pinggang elastis, katanya, jauh lebih bersahabat untuk tubuh yang cenderung membengkak saat di ketinggian.
2. Jumpsuit atau Rompi Terusan
Item satu ini emang praktis dan stylish. Namun begitu, coba bayangkan ketika Anda harus bolak-balik ke toilet pesawat yang sempit. Ribet, kan? Melepas dan memakainya kembali bisa jadi tantangan sendiri.
Grayson menyarankan alternatif yang lebih simpel: padukan celana panjang potongan lurus dengan kaus atau atasan longgar. Kombinasi ini tetap nyaman namun jauh lebih fungsional.
3. Sepatu Berhak Tinggi
Ini masalah keamanan dan kenyamanan. Selain berisiko tersangkut di karpet atau celah kursi, berjalan di kabin dengan heels yang tidak stabil bisa membuat Anda mudah terjatuh, terutama saat turbulensi.
"Bawa saja sepatu datar yang mudah dilepas-pasang," kata Grayson.
Slip-on atau sneaker ringan biasanya jadi pilihan terbaik. Anda bisa bergerak leluasa dan melepasnya dengan mudah saat ingin beristirahat.
4. Riasan Wajah yang Berat
Udara di kabin pesawat terkenal kering. Nah, lapisan foundation dan bedak tebal justru bisa memperparah dehidrasi kulit, membuatnya terasa ketat dan kusam saat tiba di tujuan.
Alih-alih full makeup, lebih baik fokus pada perawatan. Bawa pelembap wajah, lip balm, dan facial mist dalam pouch kecil. Oleskan secara berkala selama penerbangan untuk menjaga kulit tetap segar.
5. Bra Berkawat
Ini sering terlupakan. Pakaian dalam, khususnya bra dengan kawat, bisa membuat Anda tidak nyaman duduk lama. Belum lagi, kawatnya kadang memicu alarm metal detector saat pemeriksaan keamanan, yang artinya Anda mungkin harus menjalani pemeriksaan tambahan.
Pilihan bra tanpa kawat, sports bra, atau bralette dari bahan lembut akan memberikan kebebasan lebih. Percayalah, ini akan sangat terasa bedanya di jam penerbangan keempat atau kelima.
6. Jepit Rambut 'Cakar' Besar
Aksesori rambut yang satu ini memang penyelamat bagi yang berambut panjang. Tapi coba perhatikan bentuknya yang tajam dan mencuat. Saat Anda ingin bersandar di headrest kursi, ujung-ujung 'cakar' itu bisa menusuk kulit kepala.
Rasa nyerinya bisa mengganggu tidur Anda. Untuk mengikat rambut, pilih ikat rambut karet yang lembut atau scrunchie. Kalau ingin tatanan lebih rapi, rol rambut kecil juga bisa jadi solusi yang nyaman.
Intinya, bepergian dengan pesawat itu butuh strategi. Memilih pakaian yang tepat bukan cuma soal gaya, tapi investasi untuk kenyamanan dan kemudahan Anda sendiri dari bandara hingga tujuan. Pikirkan baik-baik sebelum memutuskan outfit untuk terbang.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bantah Richard Lee ke Gereja untuk Ibadah, Sebut Hanya sebagai Pembicara
Ahn Hyo Seop dan Khalid Rilis Single Kolaborasi “Something Special” pada 22 Mei 2026
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati