Setelah ditinggal Sultana, Raja Salman kemudian menikahi Sarah binti Faisal al-Subai'ai. Berbeda dengan pendahulunya, hampir tidak ada informasi yang beredar tentang Sarah. Privasi perempuan di keluarga kerajaan memang dijaga dengan sangat ketat.
Pernikahan ini hanya menghasilkan satu putra, Pangeran Saud, dan tidak berlangsung lama. Raja Salman memutuskan untuk bercerai darinya.
Meski begitu, keberadaan Pangeran Saud tetap punya arti. Ia menjadi penghubung penting antara ayahnya dan garis keluarga al-Subai'ai, menjaga dinamika internal yang rumit di dalam dinasti.
3. Fahda: Ibu dari Putra Mahkota dan Pengaruh yang Tak Tampak
Istri ketiga sekaligus yang terakhir adalah Fahda binti Falah al-Hithalyn. Latar belakangnya kuat, berasal dari kabilah besar yang dihormati. Pernikahan ini jelas bernuansa politis, memperkokoh aliansi kerajaan dengan suku-suku berpengaruh.
Fahda memberinya enam putra: Mohammad, Turki, Khalid, Nayif, Bandar, dan Rakan. Salah satunya, Mohammad, kini adalah Putra Mahkota yang sangat terkenal.
Kehidupan Fahda sendiri sempat menjadi bahan pembicaraan. Pada 2018, sejumlah laporan media asing menyebutkan bahwa Putra Mahkota Mohammad bin Salman sempat membatasi pertemuannya dengan sang raja. Faktanya, ia jarang terlihat di publik sejak 2015, baru muncul kembali di tahun 2020.
Meski rendah profil, pengaruhnya dikabarkan tidak kecil. Menurut sejumlah analis, Fahda disebut punya peran dalam mendorong kebijakan sang putra mahkota, terutama terkait isu pemberdayaan perempuan dan agenda reformasi di kerajaan. Ia adalah kekuatan di balik layar yang nyata.
Artikel Terkait
Na Daehoon Buka Suara: Diam Bukan Bukti Kesalahan
Reza Arap Hadapi 30 Pertanyaan Polisi Terkait Meninggalnya Lula Lahfah
Tabung Whip Cream Jadi Titik Terang Misteri Meninggalnya Lula Lahfah
Firdha Razak Buka Aib Menantu, Tuding Vina Luciana Lakukan Poliandri