Tiga Istri Raja Salman: Kisah di Balik Tirai Istana Saudi

- Selasa, 09 Desember 2025 | 23:10 WIB
Tiga Istri Raja Salman: Kisah di Balik Tirai Istana Saudi

Di Balik Takhta: Tiga Wanita dalam Kehidupan Raja Salman

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud. Namanya identik dengan kepemimpinan Arab Saudi modern. Sebagai Penjaga Dua Kota Suci, pria kelahiran terakhir tahun 1935 ini telah menapaki tangga pemerintahan dengan sangat panjang. Karirnya dimulai dari posisi Wakil Gubernur, lalu ia memimpin Riyadh sebagai Gubernur selama puluhan tahun, sebelum akhirnya memegang kendali Kementerian Pertahanan. Takhta kerajaan pun resmi ia duduki pada Januari 2015, menggantikan sang kakak, Raja Abdullah.

Namun, di balik figur publik yang begitu kuat, ada kehidupan pribadi yang dijaga ketat. Raja Salman diketahui menikah tiga kali. Ketiga istrinya berasal dari keluarga terpandang, dan dari merekalah sang raja dikaruniai tiga belas anak beberapa di antaranya kini memegang posisi-posisi kunci negara. Rasa penasaran publik terhadap sosok para permaisuri ini pun wajar adanya. Siapa saja mereka?

1. Sultana: Sang Permaisuri Pertama dan Sepupu

Istri pertama Raja Salman adalah Sultana binti Turki al-Sudairi. Hubungan mereka tak hanya sebagai suami istri, tetapi juga sepupu jauh, mengikuti tradisi keluarga Al-Saud yang kerap menguatkan ikatan lewat pernikahan internal kabilah.

Dari pernikahan ini, lahir enam anak: Fahd, Ahmed, Sultan, Abdulaziz, Faisal, dan seorang putri bernama Hussa.

Sultana dikenal luas sebagai figur yang dermawan. Ia aktif mendorong kegiatan sosial, terutama yang menyentuh urusan perempuan dan anak-anak. Sayangnya, sang permaisuri wafat pada 2011. Hidupnya bahkan sempat diwarnai duka yang mendalam, karena dua putranya, Fahd dan Ahmed, lebih dulu berpulang akibat serangan jantung.

2. Sarah: Sang Istri yang Penuh Misteri

Setelah ditinggal Sultana, Raja Salman kemudian menikahi Sarah binti Faisal al-Subai'ai. Berbeda dengan pendahulunya, hampir tidak ada informasi yang beredar tentang Sarah. Privasi perempuan di keluarga kerajaan memang dijaga dengan sangat ketat.

Pernikahan ini hanya menghasilkan satu putra, Pangeran Saud, dan tidak berlangsung lama. Raja Salman memutuskan untuk bercerai darinya.

Meski begitu, keberadaan Pangeran Saud tetap punya arti. Ia menjadi penghubung penting antara ayahnya dan garis keluarga al-Subai'ai, menjaga dinamika internal yang rumit di dalam dinasti.

3. Fahda: Ibu dari Putra Mahkota dan Pengaruh yang Tak Tampak

Istri ketiga sekaligus yang terakhir adalah Fahda binti Falah al-Hithalyn. Latar belakangnya kuat, berasal dari kabilah besar yang dihormati. Pernikahan ini jelas bernuansa politis, memperkokoh aliansi kerajaan dengan suku-suku berpengaruh.

Fahda memberinya enam putra: Mohammad, Turki, Khalid, Nayif, Bandar, dan Rakan. Salah satunya, Mohammad, kini adalah Putra Mahkota yang sangat terkenal.

Kehidupan Fahda sendiri sempat menjadi bahan pembicaraan. Pada 2018, sejumlah laporan media asing menyebutkan bahwa Putra Mahkota Mohammad bin Salman sempat membatasi pertemuannya dengan sang raja. Faktanya, ia jarang terlihat di publik sejak 2015, baru muncul kembali di tahun 2020.

Meski rendah profil, pengaruhnya dikabarkan tidak kecil. Menurut sejumlah analis, Fahda disebut punya peran dalam mendorong kebijakan sang putra mahkota, terutama terkait isu pemberdayaan perempuan dan agenda reformasi di kerajaan. Ia adalah kekuatan di balik layar yang nyata.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar