Bintang Film Dewasa Bonnie Blue Digelandang Polisi di Bali Bersama 17 Pria

- Senin, 08 Desember 2025 | 10:15 WIB
Bintang Film Dewasa Bonnie Blue Digelandang Polisi di Bali Bersama 17 Pria
Kronologi Penangkapan di Bali

Studio di Pererenan Digerebek, Bintang Film Dewasa Bonnie Blue Ditangkap Bersama 17 Pria

Bali kembali jadi sorotan. Kali ini, bukan karena pantainya yang indah, melainkan operasi polisi yang menggulung seorang selebritas konten dewasa asal Inggris beserta puluhan pria asing. Kronologinya cukup mencengangkan.

Nama Bonnie Blue mendadak ramai diperbincangkan. Perempuan 26 tahun asal Inggris itu ditangkap di sebuah studio di Pererenan, Mengwi, Badung, awal Desember lalu. Yang bikin heboh, penangkapan itu dilakukan bersamaan dengan 17 pria warga negara asing. Menurut sejumlah saksi, mereka semua digelandang dari lokasi.

Rupanya, Bonnie sedang menjalani tur global yang dijuluki "Bang Bus". Konsepnya? Dia berkeliling dunia dengan sebuah mini van, bertemu penggemar, dan seperti yang diduga polisi membuat konten eksklusif untuk platform berbayar. Di Bali, dia konaninya mendapatkan mobil pikap untuk keperluan syuting itu.

Sayangnya, aktivitas tersebut melanggar hukum di Indonesia. Aturan di sini jelas melarang produksi dan penyebaran materi pornografi. "Tur semacam itu ilegal di Indonesia," tegas pihak kepolisian setempat. Hukumannya pun bisa lebih berat jika sampai melibatkan anak di bawah umur. Untuk Bonnie, selain proses hukum, ancaman deportasi juga menunggu.

Namun begitu, dari 17 pria yang ikut diamankan, nasib mereka berbeda. Kabar terakhir menyebutkan 14 orang sudah dibebaskan tanpa dakwaan. Mereka terlihat meninggalkan kantor polisi dengan wajah tertutup, berusaha menghindari sorotan kamera. Tiga pria lainnya satu warga Australia dan dua warga Inggris masih mendekam bersama Bonnie untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menariknya, sebelum kejadian, Bonnie sempat memberi kode lewat Instagram. Dia mengumumkan bakal bertemu penggemar dalam acara yang disebut "Schoolies".

"Hai teman-teman, bagi yang akan pergi ke Schoolies dan bagi yang masih dalam usia legal, tidak sabar untuk bertemu kalian dan saya di Bali, jadi kalian tahu persis apa artinya itu," tulisnya.

Schoolies sendiri istilah yang akrab di Australia. Itu adalah pesta semingguan para lulusan SMA merayakan kebebasan. Bali sering jadi tujuan. Dan dalam salah satu rekaman, Bonnie terlihat menyetir pikap dengan segerombolan pemuda berpesta di bak belakang.

Penggerebekan yang terjadi sekitar pukul dua siang itu bukan tanpa persiapan. Polisi mengaku dapat informasi dari masyarakat yang curiga dengan aktivitas sejumlah WNA di Badung. Hasilnya, barang bukti yang disita cukup banyak dan menggambarkan maksud mereka.

Barang bukti yang diamankan antara lain: satu unit mobil pikap biru (DK 8109 SX), puluhan kondom, mainan seks, pil Viagra, botol pelumas, hingga beberapa kamera. Juga ada baju bertuliskan "Schoolies Bonnie Blue", flashdisk, dan pernak-pernik lain.

Kepala Polres Badung, M. Arif Batubara, mengonfirmasi temuan itu.

"Kami juga menemukan beberapa kamera yang untuk merekam aksi mereka," ujarnya.

Dia menambahkan, penyelidikan masih berfokus pada Bonnie Blue dan ketiga pria yang masih ditahan. "Kami belum bisa membeberkan terkait apa yang dilakukan spesifik karena masih penyelidikan," kata Arif. Rincian lengkap, termasuk apa yang persisnya terjadi di studio itu, masih ditelusuri.

Sementara 14 pria Australia yang sempat ditahan dan sudah dipulangkan itu, inisialnya mulai bermunculan di laporan polisi. Usia mereka kebanyakan 20-an. Kini, mereka mungkin sudah kembali ke negara asal, meninggalkan Bali dengan cerita yang tak akan mudah dilupakan.

Kasus ini sekali lagi mengingatkan bahwa aturan di sini berbeda. Apa yang boleh di negara lain, belum tentu bisa dilepas begitu saja di Indonesia. Terutama untuk urusan yang menyentuh ranah pornografi. Bali yang terbuka, ternyata tetap punya batas.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar