"Yang dibutuhkan tuh sebenarnya obat, tenaga medis, pakaian bersih, sama air mineral bersih. Itu penting banget," jelas Tarra, menyampaikan hasil pembicaraannya dengan sang dokter.
Sebagai seorang ayah, ia merasa sangat terpukul. Pikirannya melayang pada keluarga-keluarga yang harus bertahan di tengah genangan, tanpa akses air layak konsumsi.
"Jujur, saya punya anak, punya keluarga. Kita di bawah langit yang sama, tapi keadaannya berbeda," tuturnya, lirih.
Bayangan warga yang terpaksa memakai air banjir untuk masak dan minum sama sekali tak tertahankan baginya. "Kak, jangankan masak, minum pakai air banjir aja, atau air hujan, buat saya itu miris banget," sambungnya.
Di sisi lain, ia menyadari penutup tahun ini terasa suram bagi banyak orang. Meski begitu, harapan tetap ada. Ia mengajak siapa pun untuk turut membantu, sesuai kemampuan masing-masing.
"Cuma ya, kita cuma bisa berdoa dan membantu sih. Itu aja," pungkasnya dengan nada haru.
Artikel Terkait
Aming Terkejut Lihat Babe Cabita Hidup di Trailer Film yang Tersimpan 7 Tahun
Tali Pusar Terlilit, Harapan Rizal Armada dan Monica Imas untuk Anak Keempat Pupus
Angbeen Rishi Buka Suara: Perceraian Bukan Akhir, Saya Justru Belajar Jadi Lebih Dewasa
Jennifer Bachdim Buka Suara Soal Transisi Karier Irfan dan Strategi Ekonomi Keluarga