Menurutnya, momen penerimaan diri itu benar-benar mengubah cara pandangnya. “Momen itu mengubah cara saya memandang dan memahami dunia, dan memberi saya keberanian serta kekuatan untuk berkembang,” lanjut Cocona.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan transmaskulin non-biner? Secara sederhana, ini merujuk pada seseorang yang ditetapkan sebagai perempuan saat lahir (AFAB) namun merasa identitas gendernya lebih condong ke sisi maskulin.
Namun begitu, mereka tidak sepenuhnya mengidentifikasi diri sebagai pria. Identitasnya bisa beragam, misalnya demiboy atau genderfluid dengan kecenderungan maskulin. Intinya, mereka berada di luar biner laki-laki-perempuan yang kaku.
Untuk menyesuaikan ekspresi gender dengan identitas yang dirasakan, seseorang bisa menjalani transisi. Bentuknya beragam, mulai dari transisi sosial seperti perubahan penampilan dan nama, hingga transisi medis seperti operasi yang dijalani Cocona.
Pengumuman ini jelas menjadi babak baru dalam perjalanan hidup sang musisi. Sebuah langkah berani yang menegaskan bahwa jati diri adalah hal yang paling personal.
Artikel Terkait
Polisi Bantah Spekulasi, Tunggu Hasil Autopsi untuk Kematian Selebgram Lula Lahfah
Ifan Seventeen: Dirut PFN yang Tak Mau Lepas Status Musisi Paruh Waktu
Whildan Buka Suara Soal Kedekatan dengan Dera: Belum Pacaran, Lagi ke Arah Sana
Inul Daratista Pingsan Usai Derita Diare Berkepanjangan, Curhat BAB Berasa Mau Copot