Kehidupan Ifan Seventeen, atau Riefian Fajarsyah, jelas sudah berubah drastis. Sejak resmi memegang tampuk pimpinan di PT Produksi Film Negara (PFN), hari-harinya lebih banyak diisi oleh rapat, dokumen, dan tanggung jawab sebagai seorang pejabat negara. Dunia panggung dan studio rekaman? Itu sekarang jadi pemandangan yang agak berbeda.
Ifan sendiri dengan jujur mengakuinya. Di jam-jam kantor, musik harus minggir dulu. Fokusnya satu: pekerjaan di PFN. Hal ini sampai membuatnya menulis gelar baru untuk dirinya sendiri di media sosial: part-timer musician. Ya, musisi paruh waktu.
"Makanya aku tulis di bio Instagram itu aku part-timer musician," ujar Ifan saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu lalu.
"Jadi aku hanya menjadi musician di weekend atau di luar jam kerja. Kalau jam kantor ya memang fokusnya di kantor (PFN)," tegasnya.
Namun begitu, jangan salah sangka. Pria yang terkenal lewat lagu "Jangan Paksa Rindu" ini sama sekali tak merasa harus memilih antara dua dunia itu. Baginya, peran sebagai musisi dan Dirut bisa berjalan beriringan. Kuncinya ada di bagaimana ia menyikapinya.
Pengalaman hidup, menurut Ifan, mengajarkannya untuk tidak terlalu sibuk menerka-nerka masa depan. Yang lebih penting adalah memaksimalkan apa yang ada di depan mata saat ini.
"Pengalaman mengajarkanku untuk tidak menerka-nerka masa depan. Jadi, lebih ke apa yang aku dapat sekarang, itu yang akan aku kerjakan," katanya.
Artikel Terkait
Polisi Bantah Spekulasi, Tunggu Hasil Autopsi untuk Kematian Selebgram Lula Lahfah
Whildan Buka Suara Soal Kedekatan dengan Dera: Belum Pacaran, Lagi ke Arah Sana
Inul Daratista Pingsan Usai Derita Diare Berkepanjangan, Curhat BAB Berasa Mau Copot
Onad Bebas, Langkah Pertama: Pulang dan Memeluk Anak