Peristiwa itu jelas meninggalkan luka. Artis yang kerap dikaitkan dengan imej seksi ini mengakui, ia mengalami PTSD. Trauma itu mengubah caranya berinteraksi dengan orang lain.
Yang menyayat hati, dampaknya tak berhenti pada dirinya. Sang adik laki-laki, yang masih sekolah saat itu, ikut terpukul. Rasa malu itu begitu membebani.
Tekanan sosial yang ia terima begitu besar. Demi menghindari perundungan dan tatapan menyudutkan, adiknya memilih untuk menyembunyikan identitasnya sepanjang masa SMA.
Intinya, ia hidup dalam penyamaran. Selama bertahun-tahun di sekolah, ia berusaha menghapus jejak hubungannya dengan sang kakak, hanya agar bisa bernapas lega.
Pada akhirnya, trauma ini adalah cerita tentang dua korban. Bukan cuma Sarah yang terus bergumul, tapi juga seorang adik yang harus menanggung beban yang bukan salahnya.
Artikel Terkait
Cover Maira Muthma Bikin Alaina Castillo Terpana: So Good, Oh My!
Di Balik Kemasan Pink, Bahaya Mematikan Gas Whip Pink yang Viral
Pesan Cinta Denada untuk Ressa di Tengah Gugatan Rp7 Miliar
Tangis Reza Arap dan Sirine di Balik Pintu Apartemen Essence