Never Enough: Renungan Rapuh Rex Orange County tentang Rasa yang Tak Pernah Cukup

- Jumat, 05 Desember 2025 | 18:10 WIB
Never Enough: Renungan Rapuh Rex Orange County tentang Rasa yang Tak Pernah Cukup

Mengupas "Never Enough", Lagu Penuh Perenungan dari Rex Orange County

Alex O'Connor, atau yang lebih dikenal sebagai Rex Orange County, memang punya cara sendiri untuk menyentuh pendengarnya. Lagu-lagu dari musisi asal Inggris ini kerap mengusung tema personal yang universal. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah lagu berjudul Never Enough.

Lagu ini bukanlah single utama, melainkan salah satu trek di album keduanya yang cukup digandrungi, Apricot Princess. Album yang dirilis di tahun 2017 itu sendiri berisi sepuluh lagu, termasuk beberapa yang populer seperti Untitled dan 4 Seasons. Tapi, Never Enough punya tempat tersendiri.

Liriknya terasa seperti percakapan batin yang jujur. Seperti potongan diary yang dibacakan dengan iringan musik yang hangat, namun sarat dengan kegelisahan.

Now there's no one left to blame
And your face stays the same
You're ashamed to say you feel relieved
Stay away from your own family

Pembukaannya langsung menohok. Ia bicara tentang rasa bersalah yang aneh, lega setelah suatu hubungan berakhir, dan keinginan untuk menjauh dari keluarga. Suasana hati yang rumit dan sangat manusiawi.

But years from now
If you could make them proud
You could leave the world and feel like you've
Achieved the things you hoped to do, but
Honestly, I don't feel ordinary 'cause I haven't been at home in a while
Tell them that it's only temporary
I'm trying my best to smile

Di bagian ini, ada kerinduan untuk membuat orang tua bangga, dicampur dengan pengakuan bahwa dirinya merasa tak biasa mungkin karena lama tak pulang. Lalu ada upaya meyakinkan bahwa semua ini cuma sementara, sambil tetap berusaha tersenyum. Sebuah pengakuan yang rapuh.

Namun begitu, usaha itu terasa sia-sia. Refrain lagu datang dengan pernyataan yang getir.

But that's never enough
'Cause when you lose the ones you love
You might find it hard to cry
Until it's only you and everybody else has left the room
You might feel what it's like to not know how to feel, oh

Ini mungkin inti dari lagunya. Perasaan bahwa apapun yang dilakukan takkan pernah cukup, terutama saat berduka. Kadang, kesedihan yang paling dalam justru membuat kita mati rasa. Baru ketika sendirian, semua emosi yang tertunda itu datang dan kita kebingungan menghadapinya.

Lalu ada bagian yang lebih personal lagi, di mana Rex menyelipkan cerita tentang keluarganya sendiri.

You see, my old lady's old man just now left
And there's nothing I can say except this long awaited rest
Is a good thing and all good things must come to an end
It's right in front of me so there's no reason to pretend

Ia bicara tentang kakeknya yang meninggal. Ada penerimaan bahwa itu adalah istirahat yang telah lama dinanti, dan semua hal baik memang harus berakhir. Tapi di balik logika itu, ada ketakutan yang mendasar.

Except I'm afraid to die

Kalimat pendek itu. Jujur dan menusuk. Kemudian, ia berandai-andai dalam sebuah fantasi sederhana untuk menghibur diri.

If this were a movie, you'd be taking our kids to school
And I would be Channing Tatum or somebody sexy
Somebody cool

Bagian berikutnya mengulang verse sebelumnya dengan sedikit perubahan diksi, seolah menegaskan bahwa perasaan "terjebak" dan usaha untuk "tersenyum" itu adalah siklus yang berulang. Dan sekali lagi, itu semua "never enough".

Lagu kemudian ditutup dengan bagian yang repetitif namun penuh intensitas, seperti sebuah mantra atau pembicaraan diri yang tak kunjung usai.

Don't tell me you're sorry
You're just sorry for yourself
And though you may seem fine alone
Well, I could be the one to help

Ungkapan ini diulang-ulang, dengan variasi kecil di kata "wanna" dan "could". Ia menolak permintaan maaf yang dianggapnya egois, sambil terus menawarkan diri untuk membantu. Sebuah kontradiksi yang menarik: antara keinginan untuk menjaga jarak dan dorongan kuat untuk menjadi penyelamat.

Secara keseluruhan, Never Enough adalah potret yang jernih tentang kecemasan eksistensial, rasa bersalah, dan kerinduan akan validasi. Rex Orange County berhasil membungkusnya dalam melodi yang catchy, sehingga pendengar bisa ikut bernyanyi sambil merenungkan makna di baliknya. Lagu yang tak cuma didengar, tapi dirasakan.

Rex Orange County Bakal Konser di Jakarta, Tiket Mulai Rp600 Ribu

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar