Jaksa menyoroti kerja sama Plasencia dengan seorang pengedar yang dijuluki 'The Ketamin Queen', Jasveen Sangha. Mereka berdua didakwa menyuplai ketamin kepada Perry.
Namun begitu, Plasencia bukan satu-satunya yang berurusan dengan hukum. Dia hanyalah satu dari lima terdakwa yang telah mengaku bersalah terkait tragedi ini. Keempat lainnya adalah Sangha si 'Ratu Ketamin', dokter lain bernama Mark Chavez, Kenneth Iwamasa yang merupakan asisten pribadi Perry, dan seorang broker bernama Erik Fleming.
Kisah sedih ini berawal dari sebuah pemandangan yang memilukan. Matthew Perry ditemukan tak bernyawa di bak mandi air panas rumahnya di Los Angeles pada 28 Oktober 2023. Hasil pemeriksaan menemukan jejak ketamin dalam tubuhnya. Otoritas kemudian menyimpulkan kematiannya sebagai overdosis yang tidak disengaja.
Ironisnya, sebelum akhir hayatnya, Perry diketahui justru sedang menjalani terapi ketamin untuk mengobati depresi dan kecemasan yang dideritanya. Sebuah fakta yang membuat kasus ini terasa semakin kompleks dan menyisakan banyak pertanyaan.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia