Sukses Besar Tapi Absen di Oscar: Misteri 'Ne Zha 2'
Pendapatannya luar biasa: US$1,9 miliar atau sekitar Rp16,6 triliun. Tak heran, film animasi 'Ne Zha 2' karya sutradara Jiao Zi langsung dinobatkan sebagai film animasi Tiongkok terlaris sepanjang masa. Suksesnya menggemparkan pasar domestik dan menarik perhatian dunia.
Namun begitu, ketika daftar nominasi Oscar 2026 diumumkan, nama film itu tak ada di sana. Padahal, secara teknis, film ini memenuhi syarat. Ia sudah tayang di bioskop-bioskop Amerika selama tujuh hari berturut-turut, sebuah prasyarat yang wajib dipenuhi. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?
Ternyata, jawabannya sederhana sekaligus mengejutkan. Menurut laporan Gold Derby pada 25 November lalu, tim produksi 'Ne Zha 2' sama sekali tidak mengajukan film mereka ke Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). Mereka memilih untuk tidak mendaftar.
Keputusan itu otomatis menutup jalan bagi Ne Zha untuk bertarung di kancah Oscar. Akibatnya, persaingan untuk kategori film animasi terbaik tahun 2026 diisi oleh judul-judul lain seperti "Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie - Infinity Castle" dan "KPop Demon Hunters".
Di sisi lain, kesuksesan film ini memang punya cerita yang kuat. 'Ne Zha 2' adalah sekuel dari film tahun 2016 yang diangkat dari novel mitologi klasik "The Investiture of the Gods". Ia mengisahkan Ne Zha, sosok yang terlahir dengan kekuatan iblis namun justru berjuang menjadi pahlawan bagi kampung halamannya.
Film kedua ini melanjutkan petualangan Ne Zha dan sahabat sekaligus rivalnya, Ao Bing. Nasib mereka berdua tragis: tubuh fisik mereka hancur tersambar petir surgawi.
Dalam keadaan kritis, Master Taiyi Zhenren berupaya menyelamatkan jiwa mereka. Harapan terletak pada Teratai Suci Tujuh Warna, sebuah benda sakti yang konon mampu meregenerasi tubuh keduanya. Perjalanan epik inilah yang berhasil memikat ratusan juta penonton.
Jadi, meski Oscar 2026 harus dilewatkan, gebrakan 'Ne Zha 2' di box office tetaplah sebuah pencapaian monumental. Ia membuktikan bahwa daya pikat sebuah cerita yang dituturkan dengan baik bisa melampaui batas-batas penghargaan.
Artikel Terkait
Ahn Hyo Seop dan Khalid Rilis Single Kolaborasi “Something Special” pada 22 Mei 2026
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju