Arsenal memastikan diri melaju ke partai puncak Liga Champions setelah menaklukkan Atlético Madrid dengan skor tipis 1-0 pada leg kedua semifinal yang berlangsung di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Gol tunggal yang dicetak Bukayo Saka pada menit ke-45 menjadi penentu kemenangan krusial sekaligus mengantarkan The Gunners unggul agregat 2-1 atas wakil Spanyol tersebut. Hasil ini mengakhiri penantian panjang klub asal London utara yang terakhir kali tampil di final kompetisi elite Eropa pada tahun 2006.
Gol Saka tercipta melalui situasi bola muntah setelah tendangan Leandro Trossard berhasil ditepis kiper Atlético, Jan Oblak. Dengan sigap, pemain muda Inggris itu menyambar peluang di depan gawang dan mengubah jalannya pertandingan tepat sebelum wasit meniup peluit turun minum. Kemenangan ini sekaligus membuka peluang besar bagi Arsenal untuk meraih gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Di partai final yang dijadwalkan berlangsung di Budapest pada 30 Mei mendatang, Arsenal akan menunggu pemenang antara Paris Saint-Germain atau Bayern Munich.
Dominasi Arsenal sudah terlihat sejak awal pertandingan. Mereka menguasai penguasaan bola di babak pertama, meskipun kedua tim sempat kesulitan menciptakan peluang berbahaya dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh duel fisik. Gol Saka menjadi momen kunci setelah minimnya ancaman ke gawang lawan sepanjang 45 menit pertama. Pemain berusia 24 tahun tersebut kini telah mengoleksi 13 gol di Liga Champions bersama Arsenal, menyamai posisi keempat dalam daftar pencetak gol terbanyak klub sepanjang masa di kompetisi ini.
Pertandingan tidak lepas dari sejumlah keputusan kontroversial terkait penalti. Arsenal sempat meminta hadiah penalti pada menit ke-35 saat Antoine Griezmann menjatuhkan Trossard di kotak terlarang, namun wasit Daniel Siebert memilih melanjutkan permainan. Di sisi lain, Atlético Madrid juga melayangkan dua protes pada babak kedua. Giuliano Simeone sempat terjatuh usai kontak dengan Gabriel Magalhães, disusul Griezmann yang kembali jatuh akibat tekel Riccardo Calafiori. Namun, wasit sudah lebih dulu meniup peluit karena pelanggaran yang dilakukan pemain Atlético.
Arsenal menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang Liga Champions musim ini. Mereka belum terkalahkan dalam 14 pertandingan dan hanya kebobolan enam gol, catatan yang mempertegas kekuatan lini pertahanan tim asuhan Mikel Arteta. Selain mencatatkan clean sheet di semua laga kandang fase gugur, Arsenal juga hanya kebobolan empat gol selama fase liga, sambil menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan.
Kemenangan atas Atlético melengkapi pekan gemilang bagi skuad Mikel Arteta. Sebelumnya, mereka juga berhasil kembali unggul atas Manchester City dalam persaingan gelar Liga Inggris, membuka peluang mengakhiri puasa gelar liga sejak 2004. Sementara itu, kegagalan ini memperpanjang penantian Atlético Madrid untuk meraih trofi Liga Champions pertama. Tim asuhan Diego Simeone sebelumnya dua kali mencapai final pada 2014 dan 2016, namun selalu kalah dari rival sekota, Real Madrid.
Artikel Terkait
Indonesia Taklukkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17
Bayern Munchen Incar Comeback Lawan PSG di Allianz Arena demi Tiket Final Liga Champions
Disiplin Taktik Kunci Kemenangan Dramatis Timnas U-17 Indonesia atas China di Laga Perdana Piala Asia
Arsenal Akhirnya ke Final Liga Champions Setelah 20 Tahun, Taklukkan Atletico 1-0