Arema FC mengambil langkah berani dan ekstrem di bursa transfer jelang kompetisi Super League 2026/2027 dengan memutus kontrak 16 pemain sekaligus, termasuk ikon klub Dedik Setiawan dan mesin gol asal Brasil, Dalberto Luan Belo, sebuah keputusan yang menandai dimulainya era baru bagi skuad Singo Edan.
Manajemen klub asal Malang ini melakukan perombakan besar-besaran dengan hanya menyisakan segelintir pilar lama untuk proyek musim depan. Langkah ini juga menjadi sinyal awal persiapan tim menghadapi turnamen pramusim yang dijadwalkan bergulir pada Juli mendatang, sementara kompetisi utama Super League 2026/2027 direncanakan dimulai awal September dengan diikuti 18 klub peserta.
Di tengah persiapan tersebut, klub-klub rival seperti Persebaya Surabaya mulai bergerak aktif di bursa transfer. Arema FC pun merespons dengan pengumuman resmi perpisahan dengan para pemain musim lalu, sebuah manuver yang langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Keputusan paling menyita perhatian adalah perpisahan dengan Dedik Setiawan. Striker yang telah membela Arema FC selama satu dekade itu menjadi simbol loyalitas klub dengan total 206 pertandingan, 51 gol, dan 21 assist, serta empat gelar Piala Presiden yang telah dipersembahkannya. Selain Dedik, nama Dalberto juga menarik perhatian karena statusnya sebagai top skor klub musim lalu dengan torehan 19 gol dan 8 assist tidak membuatnya dipertahankan. Penyebabnya, sang pemain mengajukan permintaan kenaikan gaji yang tidak dapat dipenuhi oleh klub.
Langkah tegas ini mencakup lima pemain asing yang dilepas, yaitu Valdeci Moreira, Lucas Frigeri, Dalberto Luan Belo, Pablo Oliveira, dan Luiz Gustavo. Selain itu, 11 pemain lokal juga harus angkat kaki dari klub, termasuk sejumlah nama senior dan pemain muda potensial seperti Rifad Marasabessy, Iksan Lestaluhu, Agusti Ardiansyah, Aswin, Andrian Casvari, M. Anwar Rifai, Bayu Aji, Shulton, Achmad Figo, dan Samuel Gideon Balinsa.
Sementara itu, di tengah perombakan besar, Arema FC masih mempertahankan empat pemain inti, yakni Dendi Santoso, Johan Alfarizi, Jayus Hariono, dan Tito Hamzah. Pelatih kepala Marcos Santos bersama asisten Andre Caldas juga tetap dipercaya memimpin proyek tim musim baru. Manajemen menegaskan bahwa fondasi tim masih akan dibangun dari kombinasi pemain senior dan talenta muda.
Langkah lain datang dari sektor pertahanan. Arema FC resmi mempermanenkan Hansamu Yama Pranata yang sebelumnya dipinjam dari Persija Jakarta. Bek berpengalaman itu dinilai sukses memperkuat lini belakang yang sebelumnya rapuh, dan adaptasinya yang cepat membuatnya langsung menjadi andalan.
“Pengalamannya, kepemimpinannya, serta kemampuannya di lini belakang menjadi nilai tambah bagi tim. Karena itu kami memutuskan untuk melanjutkan kerja sama dan mempermanenkan statusnya,” ujar General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Rabu (18/6/2026). Kehadirannya diharapkan mampu menjadi mentor bagi pemain muda di dalam skuad.
Selain itu, Arema juga memulangkan Tito Hamzah setelah masa peminjaman di Deltras FC. Pengalaman bermain reguler di klub lain membuatnya lebih matang untuk bersaing di tim utama. “Semoga saat kembali ke Arema FC, dia bisa memberikan kontribusi yang lebih besar,” pungkas Yusrinal Fitriandi.
Artikel Terkait
Brasil Hancurkan Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026, Vinicius Junior Jadi Bintang
Rekor Gol Messi dan Ronaldo di Tim Nasional Diprediksi Sulit Terlampaui dalam Waktu Dekat
Gol Cepat Saibari Bawa Maroko Kalahkan Skotlandia 1-0 dan Puncaki Klasemen Grup C Piala Dunia 2026
Ancelotti Coret Neymar dari Skuad Piala Dunia 2026 karena Kondisi Fisik dan Mental Belum Optimal