Harga sejumlah komoditas andalan Indonesia mengalami pergerakan beragam pada perdagangan pekan ini. Batu bara, timah, dan minyak kelapa sawit (CPO) tercatat melemah, sementara nikel berhasil menguat.
Berdasarkan data dari Trading Economics, harga batu bara pada penutupan perdagangan Senin (10/8) turun tipis 0,31 persen ke level USD 127,85 per ton. Pelemahan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar energi global.
Di sisi lain, harga nikel justru menunjukkan tren positif. Mengutip data London Metal Exchange (LME) pada penutupan perdagangan Jumat (7/8), harga nikel naik 1,44 persen menjadi USD 17.004 per ton. Penguatan ini menjadikan nikel sebagai satu-satunya komoditas yang menguat di antara yang lainnya.
Sementara itu, harga timah pada periode perdagangan yang sama juga mengalami penurunan. Data LME mencatat harga timah turun 1,01 persen ke level USD 55.530 per ton.
Harga CPO pun tak luput dari tekanan. Berdasarkan situs Trading Economics, harga CPO turun 0,19 persen menjadi MYR 4.677 per ton. Meski demikian, harga minyak sawit masih mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 0,5 persen setelah sebelumnya mengalami tekanan.
Penguatan ini didukung oleh permintaan dari India, salah satu konsumen utama, dengan impor minyak sawit pada Juli melonjak ke level tertinggi dalam 10 bulan. Kilang penyulingan meningkatkan stok minyak sawit dan kedelai untuk mengantisipasi kenaikan permintaan di tengah pengetatan pasokan domestik.
Selain itu, ekspor CPO juga turut menopang harga. Surveyor kargo memperkirakan pengiriman minyak sawit Malaysia pada Juli akan meningkat antara 12,1-19,5 persen dari bulan Juni.
Artikel Terkait
Harga Mayoritas Komoditas Menguat, Batu Bara Justru Terkoreksi
Astra Agro Lestari Raup Laba Rp1,10 Triliun hingga Semester I-2026
Laba Bersih ABM Investama Naik 42 Persen Jadi Rp709 Miliar
Laba Bersih RMKE Melonjak 86,2 Persen di Semester I-2026