Dari Mitra Bisnis ke Pengadilan: Kisah Michelle Ritter dan Eric Schmidt
Beberapa bulan terakhir, nama Michelle Ritter tiba-tiba mencuat. Ia disebut-sebut sebagai wanita yang pernah menjalin hubungan gelap dengan mantan bos Google, Eric Schmidt. Tapi ceritanya kini jauh lebih kelam dari sekadar gosip perselingkuhan biasa.
Sebelum semua ini, Ritter, 31 tahun, adalah gambaran pengusaha muda sukses. Latar belakang pendidikannya mentereng: lulusan Johns Hopkins University, lalu meraih gelar JD dan MBA dari Columbia University. Ia mendirikan StarX Networks, sebuah platform yang memungkinkan penggemar berinvestasi pada performa atlet favorit mereka. Dunia seolah ada di genggamannya.
Semua berawal dari pertemuan bisnis pada September 2020. Hubungan profesional dengan Schmidt awalnya berjalan mulus. Bahkan, mereka kemudian mendirikan firma investasi Steel Perlot bersama, yang melahirkan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Keeta, sebuah jaringan pembayaran.
Ritter mengaku sempat merasa dihargai. Ia terlibat dalam berbagai pekerjaan strategis, mulai dari mengedit buku Henry Kissinger, mempersiapkan dokumen untuk pemerintahan Biden, hingga memberi masukan saat Schmidt berusaha membeli tim NFL, Washington Commanders. Semuanya tampak gemilang.
Namun begitu, di balik kemilau itu, Ritter kini menceritakan kisah yang sama sekali berbeda. Melalui gugatan di Los Angeles County Superior Court, ia membeberkan tuduhan serius: pemerkosaan, kekerasan fisik, pelecehan, hingga penyadapan dengan kamera tersembunyi yang dilakukan Schmidt.
Menurut pengakuannya, salah satu momen paling mengerikan terjadi di atas sebuah kapal pesiar mewah pada November 2021.
"Dia mengikutiku ke kamar mandi, membenturkanku ke dinding, lalu memperkosa secara paksa. Aku memohon untuk dia berhenti dan aku bilang itu menyakitiku. Tapi, dia mengabaikanku. Esoknya, Schmidt malah meyakinkanku bahwa aku menikmatinya,"
Kata Ritter. Peristiwa serupa disebut terjadi di acara Burning Man 2023, saat ia tertidur. Tak hanya itu, ia juga mengungkap praktik pengintaian yang membuat bulu kuduk merinding.
"Beberapa kali, Schmidt diam-diam memotretku tanpa izin, tanpa busana. Termasuk ketika aku mandi,"
paparnya. Ia merasa diperlakukan tak lebih dari objek. Di sisi lain, Ritter kerap dipaksa tampil seksi dan dipamerkan di hadapan rekan-rekan bisnis Schmidt. Dorongan dan kekerasan fisik, seperti dibenturkan ke meja, juga disebut sebagai bagian dari pola perilaku Schmidt.
Tentu saja, Schmidt membantah semua tuduhan ini. Lewat kuasa hukumnya, ia menyatakan gugatan Ritter hanyalah taktik pengalihan. Masalah sebenarnya, klaim Schmidt, adalah soal manajemen perusahaan Ritter yang bermasalah.
Mantan bos Google itu bahkan menuding Ritter sebagai pembohong yang hanya mencari keuntungan finansial dari namanya. Schmidt sendiri sudah tak aktif memimpin Google sejak 2011, setelah satu dekade membesarkannya dari 2001.
Kini, kasus ini telah bergulir jauh dari narasi bisnis atau percintaan. Dua sosok yang dulu berkolaborasi, kini berhadap-hadapan di pengadilan dengan saling lempar tuduhan yang bisa menghancurkan reputasi.
Artikel Terkait
Penampilan Bad Angel Lisa BLACKPINK di Coachella 2026 Picu Perdebatan Netizen
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian 40 Hari Meninggalnya Vidi Aldiano di Jakarta
MNCTV dan GTV Gelar Festival Keluarga dan Aksi Sosial di Karawang
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal