Nah, ini bapaknya. Bisa dibilang, hampir semua shounen modern berhutang budi pada Dragon Ball. Dari Goku kecil sampai jadi Saiyan legendaris, serinya ini menciptakan begitu banyak momen ikonik.
Ceritanya sederhana: cari bola naga, lawan musuh kuat, lalu jadi lebih kuat lagi. Tapi justru formula itulah yang berhasil dan masih dicintai sampai sekarang, bahkan setelah empat dekade.
5. Naruto
Legenda lain yang pengaruhnya mendunia. Kisah Naruto Uzumaki dari anak desa yang dikucilkan sampai jadi Hokage, berhasil menyentuh hati jutaan orang.
Adegan pertarungannya dari taijutsu sampai jurus ninja tingkat tinggi sampai sekarang masih jadi standar tinggi. Dibandingin dengan aksi di Solo Leveling, banyak yang bilang pertarungan di Naruto punya bobot emosional dan strategi yang lebih kental.
6. Fullmetal Alchemist: Brotherhood
Ini dia yang sering disebut-sebut sebagai shounen nyaris sempurna. Alur ceritanya padat, karakternya berkembang dengan baik, dan punya keseimbangan pas antara aksi, drama, dan unsur filosofis.
Kisah dua bersaudara, Edward dan Alphonse Elric, dalam mencari Batu Bertuah untuk menebus kesalahan mereka, benar-benar menghanyutkan. Pertarungan yang memakai sistem alkimia itu cerdas dan kreatif, nggak cuma mengandalkan tenaga doang.
7. Attack on Titan
Attack on Titan itu spesial. Dari awal tayang, dia langsung bikin gebrakan dengan premis gelap dan penuh misteri. Ceritanya kompleks, penuh kejutan, dan punya kedalaman yang jarang ditemui di genre sejenis.
Perjalanan Eren Yeager dan kawan-kawan melawan Titan bukan cuma soal aksi spektakuler. Tapi juga eksplorasi tema kebebasan, dendam, dan siklus kekerasan yang bikin penonton ikut berpikir. Plot twist-nya itu lho, bikin geleng-geleng kepala.
Jadi gitu. Meski Solo Leveling memang seru dan visualnya top, ketujuh anime di atas punya kelebihan masing-masing yang membuat mereka dianggap lebih berbobot oleh banyak penikmat. Pada akhirnya, selera memang urusan pribadi. Tapi deretan judul ini layak banget buat ditengok atau ditonton ulang.
Artikel Terkait
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak: Saya Tak Pernah Tidak Mengakui Ressa
Fadly Faisal Kenang Lula: Dia Traveling ke Eropa, Tapi Pesan Rendang
Tabung Pink di Apartemen Dharmawangsa: Kematian Lula Lahfah Tetap Jadi Misteri
Irfan Hakim Buka Suara Soal Video yang Dituduh Normalisasi Penelantaran Anak