Luna Maya Borong Lahan 35 Are di Yogya, Ada Mata Air Alami di Dalamnya

- Sabtu, 22 November 2025 | 06:45 WIB
Luna Maya Borong Lahan 35 Are di Yogya, Ada Mata Air Alami di Dalamnya

Luna Maya baru saja membeli sebidang tanah di Yogyakarta. Luasnya tak main-main, mencapai 35 are atau sekitar 5.300 meter persegi. Pembelian ini langsung menyita perhatian publik.

Yang menarik, proses transaksinya dilakukan secara langsung di depan mata. Luna datang bersama suaminya, Maxime Bouttier, dan ibunya, Desa Maya Waltraud Maiyer. Momen penandatanganan dokumen itu diabadikan dalam kanal YouTube pribadinya pada 28 Oktober 2025 lalu.

Suasana saat itu terasa cukup cair. "Yang tanda tangan siapa ini? Luna atau saya?" tanya Maxime yang mendampingi istrinya.

"Saya lah," jawab Luna mantap.

Maxime pun bergurau, "Oh saya cuma melihat aja?"

Seorang notaris yang hadir langsung menimpali, "Jadi saksi nanti."

Tak lama kemudian, ibu Luna juga diminta membubuhkan tanda tangannya sebagai saksi kedua. "Ibu tanda tangan, jadi saksi transaksi jual beli," ujar Luna kepada sang ibu.

Usai urusan administrasi beres, Luna langsung bergegas meninjau lokasi tanah barunya. Tanah seluas 35 are itu rupanya berupa kebun yang cukup asri.

"Lagi lihat tanahnya, kita baru tanda tangan jual beli. Dan ini kita udah di lokasi," cerita Luna dengan nada antusias.

Yang membuatnya semakin puas, di lokasi tersebut ternyata terdapat mata air alami. Fasilitas listrik pun sudah tersedia. "Ada mata air. Sudah ada listrik. It's not bad," imbuhnya.

Setelah berkeliling ditemani pengurus tanah, Luna punya ide lain. Ia berencana menanami lahannya dengan berbagai pohon buah-buahan.

"Mas Andi, nanti tanam pohon ini dong, mangga, rambutan," pinta Luna kepada pengurus tanahnya.

Rupanya sang ibu juga tak kalah semangat. Ibu Luna menambahkan permintaan untuk menanam pohon pepaya. "Sama pepaya bisa?" tanyanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar