Nama Aisha Retno tiba-tiba jadi buah bibir di media sosial. Pemicunya? Sebuah pernyataan kontroversial tentang asal-usul batik yang ia sampaikan saat bertemu dua selebritas Hollywood.
Hebohnya bermula dari sebuah acara di Singapura. Dalam video TikTok yang diunggah akun @aisharett, terlihat Aisha sedang bernyanyi bersama Cynthia Ervio dan Ariana Grande, dua pemain film Wicked. Suasana tampak hangat dan akrab.
Di akhir pertemuan, Aisha memberikan hadiah kepada keduanya. Tapi inilah yang bikin publik Indonesia tercengang. Dengan santai ia memperkenalkan barang pemberiannya sebagai "batik from Malaysia."
"I have something for u guys, its a batik from Malaysia," ujar Aisha dalam video itu.
Ia melanjutkan, "Its like a handkerchief but its quite long, they can do it as like a suprise."
Ariana dan Cynthia terlihat senang menerima hadiah berwarna hijau dan merah muda warna khas film Wicked itu. Mereka pun mengucapkan terima kasih.
Namun begitu video itu menyebar, tanggapan warganet langsung berdatangan. Banyak yang menyayangkan pernyataan Aisha, terutama karena ia sendiri berketurunan Indonesia.
"Batik is from Indonesia Aisha," tulis seorang netizen dengan nada kecewa.
Yang lain menambahkan, "Kata 'batik' sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa, yaitu amba (menulis) dan titik (titik/menitik). Dengan PD nya bilang 'batik' from Malaysia."
Tak semua memojokkannya. Beberapa netizen justru membela Aisha. Di kolom komentar, Aisha sendiri berusaha menjelaskan posisinya. Menurutnya, batik yang ia berikan memang benar-benar berasal dari Malaysia, bukan Indonesia.
"Listen carefully and watch the kind of batik that i handed to them differentiate between batik Indonesia dan batik Malaysia, also batik from Brunei etc, batik is diverse," tulisnya.
Sayangnya, penjelasan itu tak cukup meredakan kritik. Instagram pribadinya pun dibanjiri komentar pedas dari netizen Indonesia yang kecewa.
Sebenarnya, perdebatan tentang klaim batik antara Indonesia dan Malaysia bukan hal baru. Menurut catatan, UNESCO sendiri sudah menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda asli Indonesia sejak 2009.
Notty J Mahdi, seorang antropolog dan pemerhati batik Indonesia, pernah memaparkan sejarah panjang batik. Katanya, batik adalah hasil akulturasi berbagai budaya asing dengan budaya lokal.
"Pada abad ke 7-8, masyarakat sudah mengenakan kain yang menyerupai batik, khusus untuk upacara-upacara keagamaan," jelas Notty.
Perkembangan berikutnya terjadi sekitar abad 11 masehi. Saat itulah muncul istilah "ambatik" menghias kain dengan motif tertentu seperti kawung untuk kegiatan religius. Istilah ini kemudian berevolusi menjadi "mbatik" di kerajaan-kerajaan Jawa Tengah.
Memang benar, teknik serupa batik juga ada di negara lain seperti China dan Sri Lanka. Tapi yang membedakan batik Indonesia adalah penggunaan malam sebagai perintang warna dan alat canting. Dua elemen inilah yang membuat UNESCO memberikan pengakuan khusus kepada Indonesia.
Notty menegaskan, proses membatik dengan malam dan canting itu hanya ada di Indonesia. Titik.
Artikel Terkait
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen
Richard Lee Diperiksa 12 Jam sebagai Tersangka Pelanggaran Perlindungan Konsumen