Nana After School Dibegal di Rumah, Motif Pelaku Terungkap Mengejutkan!

- Selasa, 18 November 2025 | 17:50 WIB
Nana After School Dibegal di Rumah, Motif Pelaku Terungkap Mengejutkan!

Motif Perampokan Rumah Nana After School Terungkap: Pelaku Alami Kesulitan Ekonomi

GURI - Mantan personel After School, Nana, menjadi korban perampokan di rumah pribadinya yang berlokasi di Guri, Korea Selatan. Kejadian ini terjadi pada pertengahan November 2025 dan telah berhasil diungkap oleh kepolisian setempat.

Berdasarkan informasi terbaru dari pihak berwajib, pelaku yang telah ditangkap adalah seorang pria berusia 30-an yang sedang mengalami masalah keuangan. Polisi menegaskan bahwa pelaku melakukan aksinya murni karena dorongan ekonomi dan tidak mengetahui bahwa rumah yang dibobol adalah milik seorang selebritas ternama.

"Saya sama sekali tidak tahu itu rumah artis. Saya sedang dalam kondisi kesulitan biaya hidup," ujar pelaku seperti yang dikutip dari pernyataan resmi kepolisian.

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku berstatus pengangguran dan tidak memiliki hubungan khusus dengan Nana. Polisi memastikan tidak ada motif lain dalam kasus ini karena pelaku tidak tercatat sebagai penggemar artis tersebut.

Modus operandi yang digunakan terbilang sederhana. Pelaku dikabarkan menemukan pintu yang tidak terkunci saat mencari target dan memanfaatkan celah keamanan tersebut untuk masuk ke dalam properti.

Kronologi kejadian menunjukkan perampokan terjadi pada 15 November 2025 sekitar pukul 06.00 pagi di kawasan Acheon-dong, Guri. Pelaku diduga masuk dengan memanjat beranda rumah dan menemukan pintu yang terbuka, sambil membawa senjata.

Dalam aksinya, pelaku sempat menyerang dan mencekik ibu Nana sambil meminta uang. Namun, berkat perlawanan fisik dari Nana dan ibunya, pelaku berhasil ditaklukkan sebelum kemudian pihak kepolisian dihubungi.

Saat ini pelaku masih menjalani proses hukum dengan tuduhan percobaan perampokan yang mengakibatkan cedera. Berkas kasus akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses lebih lanjut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar