4. Makanan dan Buah-Buahan
Makanan dan buah-buahan sering hadir sebagai pelengkap hantaran. Pemilihannya tidak boleh sembarangan karena memiliki makna simbolis yang dalam dan harus sesuai dengan etika adat.
Makanan Wajib untuk Hantaran Pernikahan
Menurut pakar kuliner Indonesia, Prof. Murdijati Gardjito, makanan untuk hantaran pernikahan haruslah kudapan yang manis dan lengket. Filosofi ini menggambarkan harapan agar cinta pasangan selalu manis dan hubungan mereka erat serta tidak terpisahkan. Bahan dasarnya biasanya dari gula, ketan, dan kelapa.
Berikut empat makanan wajib dalam hantaran pernikahan adat Jawa:
- Wajik Coklat: Makanan manis yang diuleni tangan, melambangkan kebersamaan yang manis dan menyatu.
- Jenang: Mirip dodol dan terbuat dari tepung ketan, simbol persatuan yang kuat dan rasa manis yang legit.
- Jadah: Ketan yang dimasak dengan santan dan ditumbuk, melambangkan kesatuan di mana individu tetap ada namun menyatu dengan harmonis.
- Pisang Raja: Buah dengan kandungan gula tertinggi, menjadi simbol kebesaran, kemanisan, kebahagiaan, dan harapan baik bagi pengantin.
Pantangan Makanan dalam Hantaran Pernikahan
Selain makanan yang dianjurkan, ada juga makanan yang pantang untuk dibawa. Dalam filosofi Jawa, makanan dengan rasa pahit dan asam harus dihindari karena bertentangan dengan prinsip "manis dan lengket". Kedua rasa ini dianggap membawa pertanda kurang baik dan dapat melambangkan kehidupan rumah tangga yang getir atau bermasalah di kemudian hari.
Dengan memilih hantaran pernikahan yang tepat, Anda tidak hanya menjalankan tradisi, tetapi juga menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk kebahagiaan pasangan pengantin.
Artikel Terkait
Kreator Konten Prank Jadi Debt Collector Pinjol Ilegal, Tawarkan Bunga 50 Persen
Kuasa Hukum Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV, Tapi Bantah Isinya Perzinaan
Hotel di Rest Area Trans Jawa Siap Layani Pemudik yang Butuh Istirahat
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana