JAKARTA – Menjelang hari raya, umat Islam tentu bersiap menyambut kemenangan. Salah satu puncaknya adalah sholat Idul Fitri, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan usai sebulan penuh berpuasa. Nah, dalam pelaksanaannya, ada satu hal teknis yang kerap jadi perhatian: bacaan takbir. Khususnya, jumlah tujuh kali di rakaat pertama.
Pemerintah lewat Kemenag sendiri sudah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Momentum ini tentu dinanti-nanti.
Sholat Id ini disunnahkan bagi semua muslim, laki-laki maupun perempuan. Dilakukan berjamaah lebih utama, meski jika terpaksa, bisa juga dikerjakan sendiri. Ibadah dua rakaat ini punya ciri khas: banyaknya takbir, tahmid, dan tasbih. Pada rakaat pertama, takbirnya tujuh kali. Sementara di rakaat kedua, lima kali. Itu di luar takbiratul ihram ya.
Lalu, bacaan apa yang dilantunkan?
Untuk takbir yang tujuh kali di rakaat pertama, bacaannya adalah:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhaanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.
Artinya, "Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar."
Ada juga opsi bacaan pendek yang bisa digunakan di sela-sela takbir:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ
Artikel Terkait
Shireen Sungkar Wakafkan Sumur di Gunung Kidul Atas Nama Vidi Aldiano
Kreator Konten Prank Jadi Debt Collector Pinjol Ilegal, Tawarkan Bunga 50 Persen
Kuasa Hukum Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV, Tapi Bantah Isinya Perzinaan
Hotel di Rest Area Trans Jawa Siap Layani Pemudik yang Butuh Istirahat