Pengetahuannya sangat luas, mencakup tafsir, hadis, fiqih, hingga ilmu tajwid. Tak heran, undangan untuk berceramah tentang Al-Quran dan praktik keislaman kerap menghampirinya.
Namun begitu, popularitasnya benar-benar melambung setelah ia menjadi juri di sebuah program religi di televisi nasional. Penampilannya di sana membuat namanya kian dikenal publik yang lebih luas.
Di luar TV, tentu saja, dakwahnya tetap berjalan. Gaya ceramahnya sederhana, tidak berbelit-belit, dengan penekanan pada pentingnya setiap muslim dekat dengan Al-Quran. Menurut sejumlah saksi, ia mampu menyampaikan hal-hal yang berat dengan bahasa yang ringan.
Dalam banyak kesempatan, ia selalu menekankan satu hal: bahwa Al-Quran bukan cuma untuk dibaca, tapi lebih penting lagi untuk dipahami dan dijalankan dalam keseharian.
Yang menarik, meski publik figur, kehidupan pribadinya justru jarang terekspos. Ia lebih memilih fokus pada aktivitas dakwah dan pendidikan. Ia juga aktif membina komunitas penghafal Quran dan memberi motivasi kepada anak-anak muda.
Dengan segudang aktivitas itu, wajar kalau kini Syeikh Ahmad Al-Misry dianggap sebagai salah satu ulama internasional yang paling sering terlibat dalam kegiatan keagamaan di Indonesia. Kehadirannya selalu dinantikan.
Artikel Terkait
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta
TXT Dikritik karena Diduga Gunakan AI Murahan di Trailer Comeback
Jobstreet Luncurkan Fitur Pencarian Kandidat Gratis untuk Akses 50 Juta Profil
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker