Menurut Hongbiao Li, Direktur Utama PT Lami Packaging Indonesia, keberhasilan MBG tak cuma soal ada atau tidaknya susu. Tapi lebih pada bagaimana kualitas dan keamanannya terjaga sampai ke tangan anak-anak.
"Susu sebagai produk bernutrisi mudah rusak membutuhkan sistem yang mampu menjaga kualitasnya sejak proses produksi hingga dikonsumsi," tegasnya dalam pernyataan akhir Februari lalu.
Public Relations Manager perusahaan yang sama, Ahmad Rizalmi, menjabarkan lebih lanjut. Teknologi aseptik yang mereka kembangkan, LamiPak, dirancang khusus untuk kondisi Indonesia. Kemasan berlapis itu melindungi nutrisi susu meski didistribusikan ke pelosok tanpa rantai dingin.
"Kami ingin memastikan bahwa satu kotak susu yang diterima anak-anak di daerah terpencil memiliki kualitas yang sama baiknya dengan di kota besar,” ujar Rizalmi.
Poinnya jelas: tanpa kemasan yang tepat, dampak gizi dari MBG bisa buyar di tengah jalan. Di daerah yang minim infrastruktur, risiko susu rusak atau terkontaminasi sangat tinggi. Akibatnya, kesenjangan akses terhadap pangan bergizi justru bisa makin melebar.
Di sisi lain, upaya kemandirian juga digenjot. PT Lami Packaging, misalnya, mengoperasikan pabrik kemasan aseptik di Cikande, Serang. Keberadaan manufaktur lokal semacam ini punya banyak manfaat. Selain memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) syarat penting untuk masuk dalam ekosistem pengadaan pemerintah juga menciptakan lapangan kerja dan yang utama: menjamin keamanan pasokan. Ketergantungan pada impor kemasan itu berisiko. Jika terjadi krisis logistik global, program nasional seperti MBG bisa langsung terganggu.
Pada akhirnya, semua bermuara pada satu visi besar: Indonesia Emas 2045. Meningkatkan IQ dan kualitas generasi penerus bangsa tidak cukup hanya dengan membagikan susu. Tapi juga dengan memastikan sistem yang membawanya sampai ke ujung-ujung negeri bekerja dengan baik. Kemasan aseptik adalah bagian dari infrastruktur sunyi itu. Sebuah teknologi sederhana yang memastikan setiap tegukan susu yang dinikmati anak di Papua, sama bergizinya dengan yang diminum anak di Jakarta. Dari Sabang sampai Merauke.
(LMB)
Artikel Terkait
Dadang Berusaha Alihkan Perhatian, Soleh Terima Ancaman di Banyak Jalan Menuju Rumah
Keluarga Virgoun Bantah Isu Kehamilan Lindi Fitriyana Sebelum Waktunya
Virgoun dan Lindi Bagikan Momen Sahur Bareng sebagai Malam Pertama
Ustaz Sarwat Tegaskan Batas Akhir Sahur adalah Azan Subuh, Bukan Imsak