Brokoli, Kubis, dan Kawan-kawannya: Bukan Cuma Hijau, Tapi Juga Pelindung Usus
Kita semua tahu sayuran hijau itu sehat. Dari kecil sudah didoktrin untuk makan sayur, terutama buat yang lagi diet. Tapi ternyata, nggak semua sayuran hijau itu sama. Ada kelompok khusus yang disebut punya "kelebihan", salah satunya dalam hal mencegah kanker usus besar.
Kanker kolorektal, begitu nama medisnya, memang jadi momok. Jenis kanker ini termasuk yang paling banyak ditemui di seluruh dunia. Nah, di tengah upaya pencegahan, rupanya pola makan memegang peran kunci. Dan di sinilah sayuran cruciferous masuk.
Apa itu cruciferous? Mungkin namanya asing, tapi jenisnya pasti kamu kenal. Brokoli, kembang kol, kubis, kale, sampai pokchoy masuk dalam kelompok ini. Menurut sejumlah penelitian, orang yang rajin menyantap sayuran jenis ini punya risiko lebih rendah kena kanker usus besar. Temuan ini jelas memperkuat anjuran lama: makan sayur itu penting, tapi pilih jenis yang tepat.
Lalu, apa sih rahasia di balik brokoli dan kubis?
Para ilmuwan menyoroti satu senyawa bernama sulforaphane. Zat alami ini disebut-sebut punya kemampuan istimewa melindungi sel dari kerusakan. Ia bekerja mendukung sistem detoks alami tubuh dan konon bisa memperlambat perkembangan sel kanker. Sulforaphane banyak terdapat dalam brokoli dan keluarga cruciferous lainnya.
Artikel Terkait
Ahli Sarankan Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa Ramadan
Wamenparekraf: Konsep Bioskop Negara Sinewara Masih Digodok
Biji Labu, Sumber Zinc untuk Kesehatan Prostat dan Vitalitas Pria
Dua Rukun Pokok yang Menentukan Keabsahan Puasa Ramadhan