Biji Labu, Sumber Zinc untuk Kesehatan Prostat dan Vitalitas Pria

- Rabu, 25 Februari 2026 | 03:15 WIB
Biji Labu, Sumber Zinc untuk Kesehatan Prostat dan Vitalitas Pria

Di sisi lain, biji labu juga kaya antioksidan. Nutrisi ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Dengan kadar testosteron yang terjaga dan kesehatan reproduksi yang didukung, kesuburan dan performa pria pun bisa ikut meningkat.

Sebagai gambaran, mengonsumsi satu ons biji labu bisa memberikan sekitar 2,2 miligram zinc. Angka itu sudah memenuhi hampir 20 persen kebutuhan harian zinc untuk pria dewasa. Asupan zinc yang cukup jelas membantu tubuh memproduksi testosteron secara optimal.

Yang lebih menarik, ada penelitian yang menunjukkan hasil cukup signifikan. Konsumsi biji labu selama satu tahun disebut efektif mengurangi gejala pembengkakan prostat ringan hingga 75 persen. Bahkan, hasil ini dinilai lebih maksimal dibandingkan kombinasi minyak biji labu dengan saw palmetto. Selain mengurangi pembengkakan, aliran urin juga jadi lebih lancar.

Cara kerjanya sendiri dikatakan mirip dengan obat-obatan medis, tapi berlangsung secara alami. Senyawa aktif dalam biji labu membantu menghambat hormon pemicu pembesaran prostat, tanpa efek samping yang berarti. Ini yang membuatnya jadi alternatif alami yang menarik.

Jadi, bagi pria yang sudah berusia 40 tahun ke atas, rutin mengonsumsi biji labu sangat dianjurkan. Langkah ini bisa menjadi upaya pencegahan sebelum keluhan muncul. Selain untuk prostat, biji labu juga mendukung kesehatan jantung dan menjaga stamina tubuh, biar kita tetap aktif menjalani hari.

Pada akhirnya, klaim bahwa biji labu bisa meningkatkan maskulinitas pria bukanlah mitos belaka. Manfaatnya didukung oleh kandungan nutrisi yang nyata. Dengan konsumsi rutin dan tentunya diimbangi pola hidup sehat, pria bisa menjaga vitalitas dan kualitas hidupnya untuk jangka panjang.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar