Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 pada 17 Februari

- Minggu, 15 Februari 2026 | 18:00 WIB
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026 pada 17 Februari

Soal prosesnya, Abu memaparkan ada tiga tahap utama. Pertama, pemaparan data posisi hilal berdasarkan kalkulasi astronomi. Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal yang datang dari puluhan titik pemantauan di seluruh Indonesia.

"Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat," ujarnya.

Kemenag sendiri selalu mengintegrasikan dua metode: hisab dan rukyah. Abu pun mengajak masyarakat untuk bersabar menunggu hasil sidang. Sikap ini sejalan dengan fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004. Intinya, pemerintah ingin ada kesatuan dalam memulai ibadah puasa dan merayakan hari raya.

Nah, untuk pengamatan hilal, pemantauan akan dilakukan di banyak lokasi. Jumlahnya puluhan, tersebar dari Aceh sampai Papua. Beberapa titik pemantauan yang akan digunakan antara lain Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang di Aceh, Pantai Tanjung Tinggi di Belitung, Monas di Jakarta, Planetarium UIN Walisongo Semarang, Pantai Anyer di Banten, Menara Masjid Agung Nurul Kalam di Pemalang, Bukit Brambang di Gunungkidul, Pantai Srau di Pacitan, Menara Mercusuar di Jember, Islamic Center Samarinda, Pantai Sekeh di Bali, Unismuh Makassar, hingga Pantai Masni di Manokwari, Papua Barat.

Dengan begitu banyak titik pengamatan, diharapkan data yang masuk bisa komprehensif. Pada akhirnya, semua proses ini bermuara pada satu pengumuman: kapan umat Islam di Indonesia secara resmi memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 H.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar