"Cuma saya belum tahu nih apakah di sahur ini saya memang tidur dulu baru sahur, atau nanti habis subuh baru tidur. Karena sekarang ada anak, saya harus tahu dulu kegiatan dia di bulan puasa ini apa saja, minimal prepare pekerjaan dia selesai baru (tidur)," jelasnya lebih lanjut.
Persiapan Spiritual Sebagai Mualaf
Sebagai seorang mualaf, Ruben Onsu juga telah mempersiapkan diri secara spiritual untuk menjalani ibadah Ramadhan secara penuh. Ia mengaku mendapatkan bimbingan dari ulama dan sahabat dekatnya. Fokusnya saat ini adalah memperdalam pemahaman agama, salah satunya dengan memperbanyak hafalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an.
Meski demikian, ia mengakui masih merasakan perasaan gugup saat beribadah. "Belum, masih baca-baca surat-surat dulu saja. Kadang-kadang sudah hafal aja, nervous. 'Bi, bi, bi', bisa nervous loh. Maksudnya ya di hadapan Allah kita kan deg-degan gitu ya, nervous banget. Tapi dibantuin, itu yang penting sih, saya dibimbing. Benar-benar dibimbing," ungkap Ruben dengan nada yang jujur.
Dari percakapan ini, terlihat bagaimana Ramadhan tidak hanya menjadi momen ibadah individu, tetapi juga perekat hubungan keluarga dan proses belajar yang terus berlanjut, khususnya bagi mereka yang baru dalam menjalani perjalanan spiritualnya.
Artikel Terkait
SNBP 2026: Daya Tampung Terbatas, Peluang Masuk Prodi Favorit di Bawah 5%
Shilla dan Rafka Bersekutu, Ancam Ayuna dan Rafki di Mencintai Ipar Sendiri
Hasil SNBP 2026 Diumumkan Besok, 31 Maret, untuk 806 Ribu Peserta
Kulit Kusam Usai Liburan? Ini Tips Sederhana untuk Mengembalikan Kecerahannya