Musim keempat Bridgerton ini diadaptasi dari novel Julia Quinn berjudul An Offer from a Gentleman. Dalam versi bukunya, Sophie memiliki nama belakang Beckett. Namun, produksi punya ide lain.
Untuk menghormati latar belakang Yerin, tim Shondaland memutuskan mengubah nama belakang karakter tersebut. Jess Brownell, penulis naskahnya, langsung menanyakan pada Yerin soal nama belakang Korea yang berawalan huruf 'B'.
"Baek," jawab Yerin tanpa ragu.
"Saya sangat menghargai perubahan ini. Ini tentang identitas dan budaya saya. Mungkin bagi sebagian orang ini hal kecil, tapi bagi saya, ketika serial sebesar ini menyesuaikan diri dengan saya, itu sangat memberdayakan," tegasnya.
4. Perjuangan Pribadi dengan Rasa Tidak Percaya Diri
Jangan dikira perjalanannya mulus. Di balik aura percaya dirinya, Yerin mengaku pernah berjuang melawan impostor syndrome. Perasaan sebagai orang yang "tidak pantas" itu cukup familiar baginya.
"Ada momen di hidup saya di mana saya merasa tidak layak dapat cinta, sulit menerima diri sendiri. Itu adalah perjalanan panjang yang masih saya jalani sampai sekarang," aku Yerin.
Menariknya, pengalaman pribadinya ini justru dia salurkan ke dalam perannya sebagai Sophie, seorang pelayan yang harus bergaul dengan kalangan elit.
5. Wajah Baru yang Penuh Bakat
Meski aktingnya terlihat matang, Yerin sebenarnya termasuk pendatang baru di industri. Sebelum Bridgerton, namanya mungkin terdengar lewat film Dune: Prophecy di tahun 2024. Beberapa proyek lainnya termasuk serial Halo (2022) dan film-film seperti Sissy (2022) serta Bad Behaviour (2023).
Dengan talenta yang dia miliki, plus kerja kerasnya, musim keempat Bridgerton ini bisa jadi adalah loncatan besar bagi karier Yerin Ha. Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Kreator Konten Prank Jadi Debt Collector Pinjol Ilegal, Tawarkan Bunga 50 Persen
Kuasa Hukum Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV, Tapi Bantah Isinya Perzinaan
Hotel di Rest Area Trans Jawa Siap Layani Pemudik yang Butuh Istirahat
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana