Merah Imlek: Dari Api Kerajaan hingga Angpao, Mengapa Warna Ini Tak Pernah Pudar?

- Kamis, 29 Januari 2026 | 07:00 WIB
Merah Imlek: Dari Api Kerajaan hingga Angpao, Mengapa Warna Ini Tak Pernah Pudar?

Di sisi lain, sejarah juga punya cerita. Warna merah punya kedudukan khusus di istana-istana kerajaan beberapa dinasti, seperti Zhou, Han, hingga Ming. Konon, para kaisar sering meminta nasihat peramal untuk memilih warna yang membawa kesejahteraan bagi kerajaan. Dan merah kerap jadi pilihan utama.

“Merah bukan cuma warna kebesaran. Ia juga diyakini punya kekuatan magis untuk mengusir roh-roh jahat dan nasib buruk,” begitu kira-kira keyakinan yang turun-temurun.

Itulah mengapa, dalam suasana Imlek, ornamen merah dipasang di mana-mana. Bukan cuma untuk keindahan. Setiap lampion yang digantung, setiap goresan kaligrafi di kertas merah, dan tentu saja angpao yang dibagikan semuanya adalah simbol. Sebuah pesan optimisme, doa untuk rezeki yang lebih baik, dan perlindungan dari energi negatif di tahun mendatang.

Jadi, merah dalam Imlek itu jauh lebih dalam dari sekadar estetika. Ia adalah narasi tentang harapan, perlindungan, dan kebahagiaan yang diwariskan berabad-abad.

Lalu, kapan tepatnya kita merayakannya tahun depan?

Tahun Baru Imlek 2026, yang merupakan Tahun Kuda Api, jatuh pada tanggal 17 Februari, hari Selasa. Pemerintah sudah menetapkannya sebagai hari libur nasional. Bahkan, ada cuti bersama sehari sebelumnya, yaitu Senin, 16 Februari. Jadi, ada dua hari penuh untuk merayakan dan berkumpul dengan keluarga.

Dengan begitu, selain bisa menikmati makna di balik setiap tradisi, kita juga punya waktu yang cukup untuk meresapi semarak merah yang selalu menghadirkan arti baru setiap tahunnya.


Halaman:

Komentar