Merah Imlek: Bukan Sekadar Warna
Setiap Februari, warna ini membanjiri sudut-sudut kota. Apa sebenarnya yang tersembunyi di balik dominasi merah dalam perayaan Tahun Baru China?
Jelang Imlek, nuansa merah memang tak terelakkan. Lihat saja. Dari kelenteng hingga mal, dari baju baru sampai amplop angpao, semuanya dibalut warna yang sama: merah menyala.
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sendiri jatuh pada Selasa, 17 Februari. Namun, jauh sebelum hari H, suasana sudah terasa. Lampion, hiasan dinding, bahkan pita-pita di jalanan semuanya serba merah. Pertanyaannya, kenapa harus merah? Apa maknanya sehingga warna ini begitu sentral?
Jawabannya ternyata merambah jauh ke dalam filsafat dan sejarah Tiongkok kuno.
Dalam tradisi Tiongkok, warna bukan sekadar hiasan. Ia punya keterkaitan erat dengan lima unsur dasar kehidupan. Nah, merah di situ melambangkan elemen api. Api, seperti kita tahu, punya sifat dinamis. Ia menghangatkan, menerangi, tapi juga bisa membakar. Dari sifat-sifat inilah merah kemudian diasosiasikan dengan kepemimpinan, kepercayaan diri, dan semangat untuk meraih keberhasilan.
Makanya, tak mengherankan kalau merah dianggap membawa energi kemakmuran dan keberuntungan. Terutama saat menyambut tahun baru.
Artikel Terkait
El Rumi dan Syifa Hadju Gelar Sesi Prewedding di Keraton Solo
Sulthon Raih Juara 1 Cahaya Muda Indonesia, Bawa Pulang Rp40 Juta dan Paket Umrah
Influencer Bude Wellness Klaim TBC Sembuh dengan Herbal, Ahli Rujukannya Bantah
Pelangi di Mars Rampung Setelah Lima Tahun, Tim Belajar Teknologi XR dari Nol