Bagi umat Islam, mengetahui kapan Nisfu Syaban 2026 jatuh tentu jadi hal penting. Malam ini punya nama lain, Laylatul Bara’ah, yang artinya Malam Pengampunan Dosa. Kenapa begitu istimewa? Konon, pada malam inilah catatan amal kita selama setahun penuh diangkat ke hadirat Allah SWT. Syafaat dan rahmat-Nya juga dikatakan melimpah ruah. Makanya, nggak heran kalau banyak yang memanfaatkannya dengan berpuasa keesokan harinya.
Secara bahasa, Nisfu Syaban itu artinya pertengahan bulan Syaban. Jadi, malamnya jatuh persis di tanggal 14 Syaban menurut penanggalan Hijriyah. Menurut sejumlah ulama, malam ini sangat dianjurkan untuk dihidupkan dengan berbagai amalan. Mulai dari baca Surat Yasin, shalat sunnah, berdzikir, sampai tentu saja berdoa.
Soal tanggal pastinya, berdasarkan kalender resmi, malam Nisfu Syaban 2026 atau 15 Syaban 1447 H itu bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Nah, puasanya sendiri dilaksanakan sehari setelahnya, yaitu Rabu, 4 Februari 2026.
Amalan apa saja yang biasa dilakukan? Yang pertama, membaca Yasin. Ini sebenarnya hasil ijtihad sebagian ulama, tapi dianggap baik.
“Adapun pembacaan surat Yasin pada malam Nishfu Sya’ban setelah Maghrib merupakan hasil ijtihad sebagian ulama, konon ia adalah Syeikh Al Buni, dan hal itu bukanlah suatu hal yang buruk”.
Ada juga yang membacanya tiga kali dengan niat berbeda: minta panjang umur, terhindar dari marabahaya, dan agar tidak bergantung pada orang lain.
Kedua, berdoa. Ibnu Mas’ud pernah bilang, doa-doa di malam ini punya keutamaan besar.
“Tidak seorang pun berdoa dengan beberapa doa berikut kecuali Allah akan melapangkan hidup baginya".
Biasanya, setelah sholat dianjurkan membaca doa Nisfu Syaban yang panjang, memohon ampunan, rezeki, dan perlindungan.
Lalu, ketiga adalah shalat sunnah mutlak. Dasarnya hadis yang menyebut shalat itu sebaik-baik syariat. Tapi, harus dijaga niatnya, jangan sampai meniatkan shalat yang tidak ada tuntunannya.
Keempat, ya puasa. Meski ada yang memperdebatkan, mayoritas ulama membolehkan bahkan menganjurkannya. Puasa di siang hari setelah malam Nisfu Syaban termasuk dalam puasa ayamul bidh (tanggal 13,14,15 Hijriyah) yang dianjurkan setiap bulan.
Lalu, apa sih keutamaannya sehingga banyak yang menyambutnya? Pertama, ini malam pengampunan. Sebuah hadis dari Ali bin Abi Thalib menceritakan, Allah turun ke langit dunia saat matahari terbenam dan menawarkan ampunan, rezeki, dan kesembuhan bagi yang meminta hingga fajar tiba.
“Apabila malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban), maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam..."
Kedua, malam ini juga disebut-sebut sebagai waktu dicatatnya takdir manusia untuk setahun ke depan; siapa yang lahir, siapa yang wafat, juga rezeki dan amal mereka.
Yang ketiga, ini malam dikabulkannya doa. Dalam sebuah riwayat, Nisfu Syaban termasuk dalam lima malam dimana doa-doa tidak akan ditolak, bersama Malam Jumat, awal Rajab, Lailatul Qadar, dan malam dua hari raya.
Begitulah kira-kira. Intinya, malam pertengahan Syaban ini adalah kesempatan emas untuk bermunajat, memohon ampun, dan memperbanyak ibadah. Semoga kita bisa memanfaatkannya dengan baik.
Wallahu A'lam.
Artikel Terkait
Natha Panggil Wira “Ayah” di Sidang, Gugatan Warisan Sinetron ‘Turun Ranjang’ Makin Memanas
Nasabah PNM Mekaar di Serang Berhasil Tekan Sampah Rumah Tangga hingga 55 Persen Lewat Bank Sampah MATA
Ria Ricis Akui Operasi Hidung demi Kesehatan, Bukan Sekadar Estetik
Puasa Ayyamul Bidh Dzulqa’dah 1447 H Jatuh pada 1-3 Mei 2026, Ibadah di Bulan Haram Berpahala Lipat Ganda