Jakarta Siaga: Hujan Ekstrem Besok, Ini Langkah Nyata Lindungi Keluarga

- Kamis, 22 Januari 2026 | 18:00 WIB
Jakarta Siaga: Hujan Ekstrem Besok, Ini Langkah Nyata Lindungi Keluarga

Besok, Jumat 23 Januari, Jakarta diprakirakan bakal diguyur hujan dengan intensitas yang sama seperti hari ini. BMKG sudah mengeluarkan peringatan level AWAS, yang artinya kita harus bersiap menghadapi hujan yang sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah ibu kota dan sekitarnya.

Namun begitu, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Yang penting adalah meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Lalu, apa saja sih yang perlu kita perhatikan, terutama untuk menjaga keluarga di rumah? Berikut beberapa poin kunci yang dirangkum dari berbagai sumber.

Ketika Hujan Ekstrem Datang, Ini yang Harus Diwaspadai

Pertama, waspada di rumah dan lingkungan sekitar. Cek saluran air parit, selokan, sampai talang pastikan nggak ada yang mampet biar air bisa mengalir lancar dan nggak bikin banjir di halaman. Perhatikan juga kondisi pagar, atap, dan instalasi listrik. Angin kencang bisa bikin benda-benda seperti terpal atau mainan anak terbang berantakan, jadi lebih baik diamankan.

Buat yang tinggal di daerah lereng atau rawan longsor, awasi tanda-tanda alam seperti tanah retak atau pohon mulai miring. Siapkan rencana darurat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman bersama keluarga. Jangan lupa, siapkan stok air minum dan makanan siap santap. Senter, baterai, dan power bank juga harus dalam kondisi siap pakai, mengingat hujan deras seringkali bikin listrik padam.

Kedua, saat beraktivitas. Sebisa mungkin hindari keluar rumah kalau hujan sudah disertai angin kencang dan petir. Risiko tersambar petir atau kejatuhan pohon dan baliho itu nyata. Jangan coba-coba berteduh di bawah pohon besar atau konstruksi yang terlihat rapuh.

Main air di sungai atau saluran air saat hujan lebat itu ide yang buruk. Banjir bandang bisa datang tiba-tiba tanpa ampun. Kalau nggak ada keperluan mendesak, lebih baik tunda dulu perjalanan jauh, apalagi lewat daerah yang rawan longsor atau genangan.

Ketiga, khusus buat yang harus berkendara. Nyalakan lampu, pelankan laju kendaraan, dan beri jarak lebih lebar dari kendaraan depan. Jalan jadi licin dan pandangan sering terbatas. Hati-hati dengan genangan yang dalam atau longsoran kecil di jalan menurun. Jangan nekat menerobos banjir, meski kelihatannya dangkal.

Bagi warga di pesisir, seperti beberapa kawasan Jakarta Utara, waspadai juga gelombang tinggi dan air rob. Pantau terus anak-anak, jangan biarkan mereka bermain di genangan atau aliran air yang deras.

Keempat, soal energi dan informasi. Isi daya ponsel dan power bank dari sekarang. Listrik bisa padam kapan saja saat hujan dan angin kencang melanda. Pantau terus perkembangan cuaca terbaru lewat akun-akun resmi BMKG atau media terpercaya. Informasi yang cepat bisa bantu kita ambil keputusan tepat waktu.

Kelima, antisipasi banjir. Naikkan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi. Kalau banjir sudah datang, utamakan keselamatan. Segera bawa keluarga ke lantai atas jika memungkinkan, dan hindari berjalan di air banjir yang bergerak deras.

Keenam, perhatikan kelompok rentan. Lansia, anak kecil, dan orang dengan kondisi kesehatan khusus harus dipastikan berada di tempat yang aman, terlindung dari paparan cuaca ekstrem.

Terakhir, siapkan tas siaga bencana. Tas ini bakal sangat berguna jika tiba-tiba harus evakuasi. Isinya antara lain:

  • Kotak P3K lengkap.
  • Air minum dan makanan tahan lama.
  • Pakaian ganti dan selimut darurat.
  • Perlengkapan kebersihan pribadi.
  • Alat komunikasi seperti ponsel plus charger atau power bank.
  • Senter dan baterai cadangan.
  • Fotokopi dokumen penting serta sejumlah uang tunai.

Intinya, tetap tenang tapi waspada. Persiapan yang matang bisa mengurangi risiko dan membuat kita lebih siap menghadapi cuaca ekstrem besok.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar