Yang bikin suasana makin meriah, ternyata bukan cuma kedua mempelai saja. Para pengiring, bahkan tamu undangan, ikut-ikutan antusias memakai kostum karakter Demon Slayer. Area pelaminan pun jadi ramai dengan kehadiran para "Hashira" dan karakter lain seperti Zenitsu. Bayangkan saja, suasana sakral sebuah pernikahan tiba-tiba dipadukan dengan hiruk-pikuk dunia cosplay. Unik banget, kan?
Namun begitu, di balik semua kemeriahan konsep cosplay itu, ada satu momen yang tetap mereka jaga kekhidmatannya: akad nikah. Untuk prosesi inti ini, Bening dan Cecep memilih untuk kembali ke akar budaya mereka.
Mereka tampil anggun dengan busana adat Sunda serba putih. Bening dengan ronce melatinya, Cecep dengan blangkon, sambil memegang buku nikah. Perpaduan yang kontras tapi justru menegaskan, di tengah gebyar kreativitas, nilai-nilai tradisi dan kesakralan ijab kabul tetap diutamakan.
Acara ini pun jadi bukti kalau pernikahan bisa jadi ajang ekspresi diri yang paling personal. Dari anime sampai adat, semuanya bisa berpadu dalam satu hari yang bahagia.
Artikel Terkait
Balinale Jalin Kerja Sama dengan Festival LeFIFA Kanada dan SXSW AS
Trump Sinyalkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Iran
Dokter Richard Lee Ditahan sebagai Tersangka Usai Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Malam Nuzulul Quran: Mengenang Turunnya Wahyu Pertama dan Hikmah bagi Umat