Di sisi lain, teh khususnya teh hijau dan hitam membawa senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan. Zat ini berperan sebagai tameng, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Yang menarik, beberapa studi mengaitkan kebiasaan minum teh rutin dengan kepadatan tulang yang lebih baik, terutama pada orang dewasa. Antioksidan dalam teh diduga membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, dua hal yang berkontribusi pada menipisnya massa tulang seiring usia.
Namun begitu, penting untuk diingat: teh bukanlah obat ajaib. Dia bukan solusi tunggal untuk masalah tulang.
Pada akhirnya, pertarungan “teh vs kopi” untuk kesehatan tulang mungkin kurang tepat. Soalnya, kesehatan tulang kita tidak cuma ditentukan oleh pilihan minuman pagi hari. Ada faktor lain yang justru lebih besar perannya: kecukupan asupan kalsium dan vitamin D, rutinitas olahraga, dan tak ketinggalan, faktor keturunan. Minum kopi secukupnya tidak serta-merta membuat tulang jadi keropos, selama nutrisi lain terpenuhi.
Prinsip yang sama berlaku untuk teh. Meski punya manfaat tambahan, teh tetap perlu diimbangi dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif. Kuncinya ya itu tadi: olahraga teratur dan memastikan tubuh dapat nutrisi yang dibutuhkannya. Itulah resep sejati untuk menjaga tulang tetap kuat dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Waspada Syok Anafilaktik, Reaksi Alergi Berat yang Bisa Berakibat Fatal
Michelle Ashley Bantah Tudingan Sumber Uang, Ungkap Pekerjaan Lewat TikTok
Boiyen Ungkap Alasan Cerai: Capek Banget, yang Diharapkan Tak Terjadi
Alumni UNS Kumpul di Smesco Tower, Perkuat Jejaring untuk Kolaborasi Nyata