Herdman Angkat Beban Sejarah, Garuda Tanpa Bintang Eropa Siap Sapu AFF

- Jumat, 16 Januari 2026 | 09:42 WIB
Herdman Angkat Beban Sejarah, Garuda Tanpa Bintang Eropa Siap Sapu AFF

John Herdman menghadapi tantangan nyata. Tugasnya: membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF. Tantangannya makin berat karena kemungkinan besar ia tak bisa memanggil pemain yang berkiprah di liga-liga Eropa. Izin klub akan sulit didapat untuk nama-nama seperti Kevin Diks, Emil Audero, atau Jay Idzes.

Namun begitu, aura optimisme dari pelatih asal Inggris itu justru terpancar kuat. Dia yakin bisa membawa "Garuda" meraih gelar perdana. Mimpi itu harus diwujudkan di Grup A yang dihuni Vietnam, Singapura, Kamboja, plus pemenang playoff Brunei melawan Timor Leste.

Herdman berbicara blak-blakan kepada para wartawan di Jakarta, Kamis lalu.

"Setiap grup, setiap tim di turnamen ini akan jadi lawan yang tangguh," ujarnya.

Lalu dia menjelaskan realitas yang justru dia lihat sebagai peluang. "Piala AFF ini kan tidak masuk kalender FIFA. Jadi, realitasnya, mustahil untuk memanggil pemain dari Serie A atau Bundesliga. Situasinya jadi setara."

"Tim yang sukses nanti adalah tim yang paling punya hasrat mewakili negaranya saat itu. Yang mau merebut kesempatan untuk jadi skuad Indonesia pertama yang mengangkat trofi," tambah Herdman, menegaskan pandangannya.

Di sisi lain, dia sepenuhnya sadar dengan beban sejarah. Enam kali jadi runner-up, itu catatan yang melekat pada Timnas Indonesia. Tapi bagi Herdman, justru itu yang memicu semangat. Dia malah merasa tertantang, bukan terbebani.

"Peluang untuk memenangkan sesuatu yang belum pernah diraih? Itu justru hal yang bagus untuk seorang pelatih baru," kata mantan pelatih Timnas Kanada itu.

"Jadi, tujuan kita adalah membuat sejarah. Bersama para pemain, bersama suporter. Itulah pola pikir yang harus kita bawa. Dan dengan grup seperti ini, peluang itu sangat nyata," tegasnya.

Piala AFF edisi kali ini dijadwalkan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Dua tahun lalu, Indonesia harus pulang lebih awal setelah gagal melaju dari fase grup. Herdman jelas tak ingin sejarah itu terulang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar