Cilia Flores, Pejuang Utama Maduro, Berakhir di Sel Brooklyn

- Senin, 05 Januari 2026 | 21:42 WIB
Cilia Flores, Pejuang Utama Maduro, Berakhir di Sel Brooklyn

Menapaki Tangga Kekuasaan

Karier politik Cilia melesat. Tahun 2000, ia terpilih menjadi anggota Majelis Nasional mewakili Cojedes. Enam tahun kemudian, ia menciptakan sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang menduduki kursi Ketua Majelis Nasional.

Jabatannya tak lepas dari kontroversi. Cilia dikenal dengan aturan-aturan kerasnya, termasuk membungkam pers dengan melarang wartawan meliput rapat legislatif. Isu nepotisme juga menyeruak, setelah ia menempatkan banyak anggota keluarga di posisi-posisi strategis.

Ia tak tinggal diam menghadapi kritik.

Perjalanannya terus berlanjut: Wakil Ketua Partai Sosialis, lalu Jaksa Umum Venezuela pada 2012. Saat Maduro naik jadi presiden tahun 2013, Cilia seperti meredup dari sorotan. Tapi jangan salah. Justru di balik layar, pengaruhnya sangat kuat. Ia dianggap sebagai otak dan kekuatan pendorong di balik takhta suaminya.

“Dia bukan sekadar rekan emosional Maduro, tetapi juga rekan profesional. Dan dia sangat ambisius,” ujar José Enrique Arrioja, seorang jurnalis Venezuela yang mengamati kiprahnya.

Ambisi dan perjalanan panjang itu kini berujung di sebuah sel tahanan di Brooklyn. Bersama Maduro, Cilia Flores akan menghadapi persidangan pada Senin (5/1) waktu AS, mempertanggungjawabkan segala tuduhan yang dijatuhkan kepada mereka. Sebuah akhir yang dramatis bagi "Pejuang Utama" yang pernah berjaya.


Halaman:

Komentar