Kepala SDN 02 Sukadami, Julaeha, menyambut positif kegiatan semacam ini. Menurutnya, dampaknya langsung terasa bagi warga sekolah.
Dukungan juga datang dari fasilitas kesehatan setempat. Puskesmas Sukadami melihat ini sebagai upaya kolektif untuk membangun kesadaran hidup sehat. Kolaborasi antara sekolah, tenaga medis, dan komunitas dinilai krusial. Biar pesan kesehatan ini nggak mandek setelah acara selesai.
Kepala Puskesmas Sukadami, dr Adi Pranaya, menyatakan apresiasinya.
Selain penyuluhan dan cek kesehatan, warga juga menerima bantuan berupa paket obat serta produk kesehatan untuk kebutuhan sehari-hari.
Intinya, pendekatannya adalah kedekatan. Dengan menyentuh kehidupan anak dan keluarga secara langsung, diharapkan kebiasaan sehat bisa tumbuh dari kesadaran sendiri. Bukan dengan larangan yang menakut-nakuti, tapi dengan membekali ilmu. Supaya anak paham kapan harus bilang “cukup” pada es sirup atau kue manis, dan mulai lebih peduli pada tubuhnya.
Head of Corporate Sustainability Kalbe, Abi Nisaka, menegaskan hal ini.
Artikel Terkait
Waspadai Tanda Samar Kolesterol Tinggi Usai Lebaran
Waspadai Lonjakan Kolesterol hingga Asam Urat Usai Menyantap Hidangan Lebaran
Tips Atasi Post-Holiday Blues Usai Libur Lebaran
SNBT 2026: Lokasi UTBK Ditentukan Sistem Acak untuk Cegah Kecurangan