Setiap orang tua pasti ingin memberikan awal yang terbaik untuk buah hatinya. Tapi, sadarkah kita bahwa seribu hari pertama mulai dari dalam kandungan hingga anak menginjak usia dua tahun punya peran yang begitu besar? Masa ini benar-benar menentukan arah tumbuh kembang mereka. Otak berkembang dengan kecepatan luar biasa, koneksi antar sel saraf terus bertaut, dan kemampuan baru seolah muncul setiap hari.
Perkembangannya tak cuma soal fisik, seperti bertambahnya berat dan tinggi badan. Lebih dari itu, ini tentang bertambah kompleksnya fungsi tubuh dan kemampuan anak. Dari yang awalnya hanya bisa terlentang, lalu berguling, duduk, hingga akhirnya berdiri dan berjalan. Dari tak bersuara menjadi pandai bicara. Dorongan untuk mengeksplorasi lingkungannya juga kian kuat. Semua kemampuan ini, yang harus sesuai dengan usianya, sering kita sebut sebagai tonggak perkembangan.
Dan yang luar biasa, perkembangan otaknya pun demikian pesat di usia tersebut.
Betul, masa emas atau golden age anak usia 0-6 tahun adalah periode krusial. Faktanya, di usia lima tahun saja, berat otak anak sudah mencapai 90 persen dari berat otak orang dewasa! Coba bayangkan.
Masih dari sumber yang sama, ada beberapa fakta menarik lainnya. Saat lahir, otak anak sudah dibekali sekitar 86 miliar hingga 100 miliar neuron. Jaringan sarafnya mencapai angka fantastis: 100 triliun.
Nah, dalam tiga tahun pertama, terjadi lonjakan pembentukan jaringan saraf ini. Bahkan, dalam situasi tertentu, bisa terbentuk 700 sambungan baru hanya dalam satu detik! Sungguh menakjubkan.
Pada usia 2–3 tahun, jumlah koneksi ini melimpah ruah, hingga dua kali lipat dari yang dimiliki otak orang dewasa.
Makanya, wajar jika kita sering mendengar bahwa seribu hari pertama kehidupan adalah periode yang sangat krusial. Di sinilah fondasi otak dibangun dengan kecepatan tinggi.
Lalu, Apa Saja yang Berkembang Sebelum Usia Enam Tahun?
Tahun pertama kehidupan seorang anak bisa dibilang adalah puncak perkembangan di tiga area utama: sensorik, bahasa, dan kognitif.
Sensorik itu mencakup jalur yang memungkinkan anak menerima, mengenali, dan mengolah informasi dari panca inderanya, lalu memberikan respons.
Bahasa bukan cuma soal bicara. Ini mencakup seluruh cara berkomunikasi: lewat suara, gerak tubuh, ekspresi wajah, bahkan tangisan.
Sedangkan kognitif berkaitan dengan kemampuan mengingat, memecahkan masalah, mengendalikan diri, dan merencanakan sesuatu.
Perlu diingat, percepatan pertumbuhan jaringan otak ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Karena itu, stimulasi yang tepat, gizi seimbang, dan kasih sayang adalah fondasi yang tak tergantikan. Fondasi ini tidak bisa dikejar di tahap perkembangan selanjutnya.
Inilah alasan mengapa pemberian stimulasi secara rutin oleh orang tua bukanlah hal sepele. Ini adalah investasi jangka panjang bahkan seumur hidup bagi si kecil.
Artikel Terkait
Chiki Fawzi Buka Suara Soal Tudingan Ngebet Jadi Petugas Haji
My Chemical Romance Akhirnya Pastikan Konser Tunggal di Jakarta, Tiket Mulai Rp1 Jutaan
Taylor Swift dan Kisah Ophelia: Dari Tragedi Shakespeare Menuju Kebahagiaan Baru
Mimpi Sendirian di Rumah: Cermin Jiwa atau Isyarat Perubahan?