Davina pun membalas. "Sampai isunya semakin kelewatan, sepertinya harus dibawa ke jalur hukum, ya," tulisnya.
Balasan itu langsung viral. Likes-nya melonjak puluhan ribu, diikuti banjir dukungan dari netizen yang membelanya. Meski begitu, tak sedikit juga yang memintanya untuk segera memberikan klarifikasi resmi.
Permintaan itu ternyata sudah dapat jawaban. Davina balik bertanya, "Apa yang perlu diklarifikasi? Aku pun bingung."
Dia kemudian melanjutkan, "Sudah di tahap ikhlas membebaskan dan mencoba ikhlas saja mereka mau ngomong apa atau fitnah apa pun." Ungkapan itu terdengar seperti kepasrahan, tapi sekaligus penolakan halus untuk terjebak dalam drama.
Nah, dalam kultur media sosial kita, ada semacam 'keyakinan' unik. Menutup kolom komentar sering dianggap sebagai pengakuan terselubung, atau setidaknya tanda bahwa seseorang sedang menghindar. Dengan membiarkannya terbuka, Dito dan Davina seperti ingin menyampaikan pesan: mereka tidak punya sesuatu untuk disembunyikan.
Namun begitu, netizen rupanya belum sepenuhnya puas. Mereka masih menunggu sikap yang lebih tegas dari para pihak terkait untuk benar-benar meluruskan kabar ini. Harapannya jelas: agar ada kejelasan dan kasus dugaan perselingkuhan ini tidak terus mengambang menjadi bahan perbincangan tanpa ujung.
Artikel Terkait
Hotel di Rest Area Trans Jawa Siap Layani Pemudik yang Butuh Istirahat
Warga Aceh Tamiang Jaga Imunitas di Ramadhan Pascabencana
Ahli Sarankan Endoskopi untuk Diagnosis GERD yang Tak Kunjung Reda
Epidemiolog Ingatkan Risiko Ciuman Bayi Saat Lebaran