JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin punya target yang jelas: memperpanjang usia hidup sekaligus meningkatkan kualitasnya. Dalam sebuah forum internasional, ia menegaskan transformasi kesehatan nasional bakal berfokus pada dua hal besar itu. Intinya, masyarakat bukan cuma diharapkan hidup lebih lama, tapi juga tetap sehat dan produktif di usia senja.
“Kita ingin hidup sehat karena kita ingin hidup panjang,” ujar Budi.
Ia memaparkan target konkretnya, yakni menaikkan angka harapan hidup dari 72 tahun menjadi 75. Yang tak kalah penting, usia harapan hidup sehat juga harus naik, dari 60 tahun ke 65. “Strateginya sederhana: keep people healthy, don’t let them get sick. Mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati,” tegasnya.
Pernyataan itu disampaikan Menkes dalam acara Indonesia Health Policy Meeting (IHPM) 2025, Rabu lalu. Menurutnya, logika di balik strategi ini sangat kuat. Sebagian besar penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa masih berada dalam kondisi sehat. Nah, menjaga mereka agar tidak jatuh sakit harus jadi prioritas utama.
“Mengobati orang sakit hanya menyentuh 30 juta penduduk. Menjaga 260 juta tetap sehat adalah strategi yang jauh lebih efektif,” katanya lagi.
Di sisi lain, Budi tak menampik adanya tantangan besar soal pembiayaan. Bantuan kesehatan global yang kian menipis memaksa negara berkembang seperti Indonesia untuk berpikir mandiri. Mereka harus merancang arsitektur pendanaan yang lebih kokoh, tidak bergantung pada pihak luar.
Ia lalu memberi contoh nyata tentang pentingnya bertindak cepat. Ambil saja kasus vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Menunda program percepatan vaksinasi ini, menurutnya, konsekuensinya sangat fatal.
“Menunda lima tahun berarti lebih dari 30.000 perempuan Indonesia meninggal setiap tahun akibat kanker serviks. Kalau kita percepat satu tahun, kita dapat menyelamatkan puluhan ribu nyawa,” papar Budi dengan nada serius.
Forum IHPM 2025 sendiri dihadiri beragam pemangku kepentingan. Mulai dari mitra bilateral, multilateral, lembaga filantropi, sampai akademisi dan pelaku usaha. Pertemuan ini diharapkan bisa mengonsolidasikan dukungan untuk peta jalan transformasi kesehatan Indonesia hingga tahun 2030. Sebuah agenda ambisius, tapi terasa mendesak untuk segera diwujudkan.
Artikel Terkait
Puasa Ayyamul Bidh Jatuh pada Jumat, Begini Hukumnya
Cuaca Panas dan Polusi Melemahkan Sistem Imun, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada
Kris Dayanti Pukau Penonton di Womens Inspiration Awards 2026 dengan Pesan Pemberdayaan Perempuan
Andre Taulany Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Mantan Istri, Pilih Tak Banyak Komentar