Sudah dua tahun berlalu. Konflik yang meledak di akhir 2023 itu meninggalkan luka yang dalam, dan wajah perempuan Gaza menjadi gambaran paling nyata dari seluruh penderitaan itu. Tapi juga ketahanan yang luar biasa. Di tengah reruntuhan, ada ibu yang kehilangan anaknya, remaja yang masa depannya sirna, dan perempuan yang tiba-tiba harus memikul beban sebagai kepala keluarga. Mereka bahkan tak punya waktu untuk berduka.
“Perempuan Gaza menanggung beban yang tidak dapat dan tidak boleh ditanggung oleh siapa pun,”
kata Sima Bahous, Direktur Eksekutif UN Women. Suaranya tegas, menggambarkan keprihatinan yang mendalam.
Angkanya mencengangkan. Laporan terbaru menyebut lebih dari 33 ribu perempuan dan anak perempuan telah tewas dalam dua tahun terakhir. Gaza pun tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kematian perempuan tertinggi di konflik modern. Mereka tak hanya gugur oleh serangan langsung. Banyak yang meregang nyawa dalam perjalanan panjang mencari sesuap makanan, seteguk air, atau sepetak tempat yang dianggap aman yang nyatanya hampir tidak ada. Bahous menegaskan, “Tidak ada tempat yang aman bagi perempuan dan anak perempuan di Gaza.” Pernyataan itu terasa seperti pukulan telak.
Kelaparan dan Pengungsian yang Tak Berujung
Bertahan hidup bagi mereka kini adalah ritual berpindah. Dari satu gubuk reyot ke tenda pengungsian, dari reruntuhan satu bangunan ke yang lain. Sebagian besar telah mengungsi minimal empat kali, membawa seluruh sisa hidup mereka dalam satu tas atau karung. Rasanya seperti pelarian tanpa akhir.
Namun begitu, kondisi justru makin mengerikan. Lebih dari seperempat juta perempuan dan anak perempuan disebut hidup dalam cengkeraman kelaparan ekstrem. Akses terhadap makanan bergizi dan air bersih? Itu sudah jadi kemewahan yang hampir mustahil didapat.
Artikel Terkait
IHDC Soroti Pendidikan Sehat sebagai Fondasi Sistem Kesehatan Nasional
Masa Muda Elle Woods Terungkap, Serial Elle Tayang 2026
Sarapan Anak: Dokter Ungkap 8 Menu yang Tepat dan yang Harus Dihindari
Sarapan Anak: Dokter Ungkap Menu yang Bikin Semangat dan yang Bikin Ngantuk