Bius Caesar Bukan Dalang, Ini Penyebab Sebenarnya Sakit Punggung Usai Melahirkan

- Minggu, 07 Desember 2025 | 12:45 WIB
Bius Caesar Bukan Dalang, Ini Penyebab Sebenarnya Sakit Punggung Usai Melahirkan

Mitos Bius Caesar dan Sakit Punggung yang Mengganggu Ibu Baru

Di kalangan ibu-ibu, terutama yang menjalani operasi caesar, ada anggapan yang beredar luas. Banyak yang yakin, rasa sakit punggung yang muncul usai melahirkan itu bersumber dari jarum bius epidural. Benarkah begitu?

Menurut dr. Leonita Triwachyuni Agustina Sutrisna, SpOG, anggapan itu sama sekali tidak tepat. Dokter spesialis kebidanan ini dengan tegas membantahnya. Menurut penjelasannya, jarum bius untuk caesar punya ukuran yang sangat kecil. Ukurannya yang mini itu, kata dia, mustahil bisa memicu keluhan sakit punggung berkepanjangan pascapersalinan.

"Faktanya, jarum suntik bius caesar itu ukurannya sangat kecil, sehingga tidak berpengaruh pada sakit punggung pascamelahirkan,"

Ungkapan itu disampaikan dr. Leonita dalam sebuah sesi edukasi belum lama ini.

Lalu, apa penyebab sebenarnya? Ternyata, rasa nyeri di area punggung itu lebih merupakan risiko yang wajar dialami ibu hamil, dan bisa berlanjut setelah bayi lahir. Perubahan postur tubuh selama mengandung jadi pemicu utamanya. Bayangkan, tubuh harus menopang beban ekstra di bagian depan. Alhasil, postur pun berubah menjadi hiperlordosis istilah medis untuk lengkungan berlebihan pada tulang belakang bagian bawah.

Nah, karena itulah pemakaian korset pascamelahirkan sering dianjurkan. Meski si bayi sudah tidak ada di dalam perut, bukan berarti semuanya langsung kembali normal. Komposisi lemak di perut masih tersisa banyak. Kondisi inilah yang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri.

"Artinya, ketika lahiran, beban di depan memang sudah hilang. Tapi, komposisi lemaknya masih banyak. Ini yang kerap bikin sakit,"

Jelas dr. Leonita.

Di sisi lain, pemulihan pascapersalinan tidak bisa instan. Butuh perhatian ekstra. dr. Leonita menerangkan setidaknya ada tiga pilar penting yang harus diperhatikan.

Pertama, soal nutrisi. Asupan makanan dan suplemen sangat krusial untuk ibu yang baru melahirkan. Sayangnya, masih banyak mitos pantangan makanan yang justru menyesatkan. Contohnya larangan makan daging. Padahal, protein dari daging justru vital untuk mempercepat penyembuhan jaringan luka pascabersalinan.

"Kalau proteinnya gak cukup bagus, ya, gak akan pulih dengan cepat,"

tandasnya.

Kedua, adalah kondisi mental. Dukungan psikologis dari keluarga dan orang terdekat punya peran besar. Ibu baru biasanya masih berjuang beradaptasi dengan perubahan tubuh dan gejolak hormon yang tidak stabil. Dukungan emosional ini bisa mempercepat proses pemulihan secara keseluruhan.

Terakhir, jangan remehkan peralatan pendukung. Korset, pompa ASI, hingga bra menyusui yang nyaman bukan sekadar aksesori. Alat-alat ini membantu ibu merasa lebih nyaman secara fisik. Dan ketika keluhan fisik berkurang, kebahagiaan pun lebih mudah diraih yang pada akhirnya juga dirasakan oleh sang bayi.

Jadi, sudah jelas kan? Sakit punggung pascacaesar nyatanya tidak ada hubungannya dengan jarum bius. Persoalannya lebih pada perubahan tubuh selama kehamilan dan adaptasi setelahnya. Pemulihan yang baik butuh kombinasi tepat antara nutrisi, dukungan mental, dan alat bantu yang sesuai.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar